Sumber gambar: www.traveloka.com
Tiongkok merupakan negara komunis yang menyediakan beasiswa bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia yang saat ini sedang mengenyam pendidikan di Tiongkok berjumlah sekitar 15.000 mahasiswa dan sebagian besar beragama Islam. Piders pasti berpikir nih bagaimana mahasiswa muslim mencari makanan halal di negara komunis? Tenang, walaupun Tiongkok adalah negara komunis, namun di Tiongkok juga ada penduduk muslim lho, Piders. Muslim Tiongkok ini banyak yang mengelola restoran muslim, sehingga mahasiswa muslim Indonesia tidak kesulitan dalam mencari makanan.
Restoran muslim itu bernama Lanzhou Lamian (兰州拉面). Kata Lanzhou (兰州) diambil dari nama sebuah kota di Tiongkok bagian utara yang mempunyai penduduk muslim terbanyak. Sedangkan kata Lamian (拉面) sendiri adalah bahasa Mandarin dari mi tarik. Lanzhou Lamian tersebar di seluruh penjuru Tiongkok. Walaupun berbeda pemilik, namun seluruh restoran muslim di Tiongkok sama-sama menggunakan nama Lanzhou Lamian. Di sini, seluruh makanan yang disajikan sudah terjamin halal. Jadi, Piders tidak perlu khawatir. Restoran ini menyajikan banyak menu mi, nasi dan sayur, serta makanan kecil lainnya. Berikut adalah beberapa menu makanan yang tersedia di restoran Lanzhou Lamian yang wajib dicoba:
1.牛肉拉面 (Niurou Lamian)
Lamian adalah mi tarik kuah khas muslim Tiongkok. Lamian terbuat dari terigu asli yang dibuat sendiri oleh pemilik restoran. Tekstur Lamian lebih lembut dan panjang dari mi yang lain karena mi dibuat dengan cara ditarik-tarik dan diputar-putar sebelum dimasak. Lamian direbus dengan kuah daging yang gurih serta bumbu khas. Lamian biasa disajikan dengan topping irisan daging sapi segar, seledri, dan daun bawang. Jika Piders menyukai pedas, maka bisa ditambahkan 辣椒油 atau minyak cabai.
2. 干面 (Ganmian)
Ganmian adalah sebutan untuk mi goreng di Tiongkok. Berbeda dengan Lamian, Ganmian mempunyai bentuk yang lebih tebal dan padat dari Lamian. Ganmian juga dipotong-potong, tidak seperti Lamian yang dibiarkan memanjang. Ganmian dimasak dengan cara digoreng di wajan panas bersama sayur-sayuran seperti sawi hijau dan daun bawang. Ganmian mempunyai rasa pedas yang berasal dari minyak cabai yang ditambahkan ketika dimasak. Ketika makan Ganmian, minyak yang dicampur akan sangat terasa di lidah.
3. 鸡蛋炒饭 (Jidan Chaofan)
Jidan Chaofan adalah makanan muslim Tiongkok yang mirip dengan nasi goreng di Indonesia. Nasi goreng ini terbuat dari nasi yang tidak terlalu lembek dan tidak terlalu keras, yang dimasak dengan mencampurkan telur dan cacahan wortel. Apabila nasi goreng di Indonesia dimasak dengan menambahkan kecap manis, di Tiongkok sama sekali tidak ditambahkan kecap manis. Rasa dari nasi goreng ini sedikit lebih hambar dari nasi goreng Indonesia.
4. 泡沫饼 (Paomo Bing)
Paomo Bing adalah makanan yang berasal dari terigu yang dibentuk tipis dan diiris berbentuk kotak kecil. Makanan ini terlihat seperti adonan pangsit yang masih mentah. Paomo Bing sendiri biasa dijadikan sebagai side dish yang disandingkan dengan makanan berat seperti Lamian, dan biasa dijuluki “kerupuk” oleh mahasiswa Indonesia.
5. 特色肉夹馍 (Tese Roujiamo)
Tese Roujiamo sebenarnya makanan khas provinsi Shanxi yang dikenal dengan Burger Tiongkok. Burger yang dibalut roti kukus tebal ini berisi campuran cacahan daging sapi dan sayuran. Restoran muslim menggunakan daging sapi sebagai pengganti daging babi yang biasa digunakan masyarakat umum Tiongkok. Segar dan gurih adalah perpaduan rasa dari burger ini. Burger ini tidak ditambahkan saus pedas, mayones ataupun keju seperti burger pada umumnya.
Nah, itu dia beberapa makanan khas restoran muslim Lanzhou Lamian di Tiongkok yang dapat Piders coba ketika mencari makanan halal di Tiongkok. Dijamin halal dan enak!
