
Sejarah PPI TV
PPI TV adalah sebuah platform informasi visual bagi seluruh pelajar Indonesia di dunia dalam bentuk sebuah channel Youtube bernama PPI TV. Pada awal berdirinya, PPI TV dicetuskan oleh salah satu PPI cabang di Jerman yaitu PPI Duisburg-Essen dengan bantuan badan organisasi kemahasiswaan yang bergerak di bidang pecinta alam, fotografi dan sinematografi bernama “WandernRuhr” pada masa kepengurusan Rikza Azriyan periode tahun 2015 – 2016, tepatnya pada tanggal 28 Maret 2015.
Pada tanggal 26 November 2015, PPI TV secara resmi melepaskan diri dari PPI Duisburg-Essen sebagai badan media visual Independen dan selanjutnya sebagai badan otonom PPI Jerman yang berfungsi sebagai pusat dokumentasi dan informasi visual seluruh program kerja PPI Jerman, PPI cabang dan seluruh pelajar Indonesia di dunia.
Saat ini, PPI TV memiliki 12 program acara yang terus aktif berdasarkan periode siarannya, di antaranya:
- [STUDY ABROAD] – Langkah-Langkah Kuliah Luar Negeri
- [REKO] – Reportase Kota
- [SEFO] – Sekilas Info
- [LIVE] – Siaran Langsung
- [RAMADHANRUHR] – Ceramah selama 7 menit di bulan Ramadhan
- [TOMAT] – Tokoh Masyarakat
- [PPI Jerman] – Program Kerja PPI Jerman
- [PPI Dunia] – Dokumentasi PPI Dunia
- [FUN] – Program Acara Hiburan
- [QnA] – Tanya Jawab Seputar Perkuliahan dan Kehidupan di Luar Negeri
- [Bikin Bangga Indonesia] – Artikel Seputar Putra-Putri Indonesia Inspiratif
Mengenal Presiden PPI TV

RIKZA AZRIYAN adalah Presiden sekaligus Pendiri PPI TV. Lebih akrab disapa Rikza, lahir di Bogor, 29 November 1989. Rikza juga pendiri “WandernRuhr” dan pernah menjabat sebagai Ketua PPI Duisburg-Essen, Jerman periode 2015-2016. Saat ini ia berdomisili di Jerman, tepatnya di sebuah kota kecil yang begitu damai dan nyaman yaitu Baden-Baden di daerah negara bagian Baden Württemberg.
Merintis PPI TV dari nol, bukanlah hal mudah. Sebagai ketua PPI TV, ia juga memegang peran utama dalam pengambilan gambar serta editing di awal masa pembentukan PPI TV. Proyek PPI TV tersebut, disambut baik oleh PPI Jerman dan seluruh PPI cabang di Jerman bahkan di awal kemunculan proyek ini sudah langsung dilirik oleh PPI Dunia. Rikza mengambil beberapa kebijakan, di antaranya mencabut proyek PPI TV di bawah naungan PPI Duisburg-Essen yang sebelumnya ia pimpin dan menjadikan PPI TV sebagai badan media independen, menjalin kerja sama khusus dengan PPI Jerman sebagai media visual utama PPI Jerman.
Selama di Jerman, ia sering mengisi keseharian dengan berbagai macam aktivitas yang produktif, seperti mengerjakan hobi-hobinya, kuliah, serta turut membentuk berbagai komunitas dan organisasi. Bagi Rikza, hidup di Luar Negeri bukanlah hal yang mudah. Terutama bagi dia yang sejak kecil belum pernah merantau. Banyak orang yang tak mengenal Rikza, berasumsi bahwa ia adalah anak yang sombong dan kurang bersahabat. Padahal, di balik sampulnya itu, tersimpan sebuah pribadi yang sama seperti anak muda lainnya. Ya, seorang pengejar mimpi.
Sejak memutuskan kuliah program Master di Jerman, dapat dikatakan Rikza menganggapnya sebagai batu loncatan terbesar dalam hidupnya. Kuliah di Jerman adalah hal yang Rikza impikan sejak kecil, mengingat ia begitu mengidolakan Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bapak B.J. Habibie.
Pada bulan Januari 2019, kisah perjalanan hidup Rikza Azriyan termaktub dalam buku berjudul “The Elang: Sebuah Memoar 15 Putra-Putri Harapan Bangsa” yang ditulis oleh Iffah Zehra yang menjabat sebagai community writer di salah satu platform media ternama Indonesia, IDN Times. Tak hanya kisah hidup Rikza yang termaktub dalam buku tersebut, melainkan ada juga 14 putra-putri kebanggaan Indonesia lainnya.
14 Putra-Putri Kebanggaan Indonesia itu salah satu di antaranya:
- Yudhistra (Co-Pilot Garuda Indonesia)
- Seruni Bodjawati (Perempuan Keren Indonesia Pilihan TRANS TV tahun 2013)
- Iradani Katalia (Penerima Beasiswa The German Academic Exchange Service, DAAD, Universitat Duisburg-Essen, Jerman tahun 2014)
- Reza Muhammad Tjahjono (Orang Indonesia pertama yang memenangkan kompetisi Kungfu di Jerman tahun 2015)
- Aldio Pramudya ‘Bang Ogut’ (Peraih 3 gelar akademik di usia 22 tahun, Content Creator & MBA ITB Cumlaude 3,89)
- Achmad Choiruddin (Penerima Penghargaan Mahar Schutzenberger, France 2017) dan masih banyak lagi.
Pada tanggal 10 November 2018, Rikza Azriyan resmi menikah dengan Misdiana Marisda, salah satu Produser dan Reporter PPI TV yang juga pernah menjadi anggota PPI Tiongkok cabang Wuxi. Misdi, panggilan akrabnya, adalah salah satu partner terbaik Presiden PPI TV dalam perjalanan panjang suka dan duka memajukan PPI TV. Kini, mereka berdua aktif membagikan kisah perjalanan cinta mereka yang dinamai “MRMS STORY” melalui channel Youtube Rikza Azriyan Film.
Rikza Azriyan percaya bahwa:
Seringkali orang malas lebih kreatif dan cerdas daripada orang yang rajin karena orang malas selalu terhimpit oleh waktu dan masalah. Di saat hal itu terjadi, biasanya akan muncul ide-ide dan solusi cemerlang dalam menyelesaikan masalah dengan waktu seadanya.
Visi dan Misi
1. Menyampaikan informasi baik dalam bentuk visual maupun tertulis mengenai pendidikan, kehidupan, hiburan dan hal – hal terkini yang terjadi di mancanegara ke dalam negeri maupun ke luar negeri.
2. Menjadi sebuah platform utama dan terdepan bagi seluruh pelajar indonesia di dunia untuk menyalurkan bakat dan hobi baik di bidang akademik maupun non-akademik terutama di bidang jurnalistik.
_____
Salam,
PPI TV | Dari Pelajar Untuk Pelajar!
Referensi:
- www.ppidunia.org
- Iffah Zehra, The Elang: Sebuah Memoar 15 Putra-Putri Harapan Bangsa, (Jakarta Barat, Penerbit One Peach Media, 2019), hlm 47 – 56.
