Sebagian besar orang mengawali tahun baru dengan membuat resolusi tahunan. Hal ini karena pergantian tahun selalu identik dengan resolusi. Dengan kata lain, tak lengkap jika belum membuat resolusi. Mereka percaya bahwa resolusi bertujuan sebagai target mencapai sesuatu hal.
Namun, dari tahun ke tahun terkadang resolusi selalu sama. Saat akhir tahun tiba, Piders kembali merenungi resolusi apa saja yang telah tercapai. Ironisnya, sebagian resolusi memang gagal.
Kegagalan mewujudkan resolusi membuat kita enggan menyusun resolusi tahunan lagi. Akan tetapi, perlu Piders ketahui bahwa ada cara yang lebih baik untuk membuat target selain melalui resolusi tahunan.
Jangan khawatir, Piders! Kenalan dengan teknik Kaizen ala Jepang, yuk! FYI teknik ini dipercaya dapat meningkatkan produktivitas, lho. Yang jelas targetmu bisa lebih tercapai. Benar nggak ya? Yuk simak sampai akhir!
Mengenal Kaizen
Kaizen berasal dari bahasa Jepang yang artinya perbaikan secara terus menerus. Budaya Jepang ini ditujukan untuk membentuk habit atau kebiasaan agar mampu menjaga konsistensi dalam melakukan suatu tindakan.
Kegagalan dalam pencapaian tujuan bukan karena seberapa keras Piders ingin mendapatkan hasilnya, melainkan karena kesediaan untuk menerima segenap konsekuensi yang ada dalam perjalanan mencapai tujuan.
Ketika ingin mencapai tujuan, kamu membutuhkan sebuah sistem yang mampu mendorongmu untuk konsisten. Nah, di sinilah Kaizen berperan besar.
Penerapan Kaizen
Teknik penerapan Kaizen sering dikenal sebagai “PDCA” atau Plan, Do, Check, dan Act. Berikut penjelasannya!
- Plan berarti kamu harus mendefinisikan tujuan kemudian melakukan perencanaan untuk mencapainya. Ingat bahwa gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. So, rencanakan dengan baik ya!
- Do adalah tahap kamu untuk mengimplementasikan rencana yang telah dibuat. Pada tahap ini, terkadang kamu perlu mengumpulkan data dan informasi untuk membantumu pada tahap selanjutnya.
- Check berarti melakukan pemeriksaan dan analisis informasi dari tugas yang telah kamu laksanakan pada tahap sebelumnya. Pada bagian ini, kamu bisa menyelisik apakah rencanamu sudah berhasil atau belum.
- Act merupakan tahap akhir dari penerapan Kaizen. Tahap ini menyimpulkan informasi dari tahap-tahap sebelumnya untuk kemudian diambil keputusan. Jika berhasil, Piders bisa melanjutkan PDCA untuk tujuan lainnya. Namun, jika belum berhasil, kamu harus berpikir ulang dalam menerapkan PDCA nih, Piders!
Agar tidak salah langkah, coba perhatikan contoh nyata berikut. Pada tahap plan, Piders menetapkan ingin membentuk kebiasaan membaca buku. Selanjutnya, pada tahap do, kamu meluangkan waktu selama lima menit sehari untuk membaca buku.
Masuk pada tahap check ternyata kamu mampu konsisten dengan waktu lima menit tersebut. Nah, pada akhir pelaksanaan yaitu tahap act, kamu bisa menyimpulkan bahwa waktu tersebut tepat diterapkan. Selanjutnya kamu bisa meneruskan membaca buku selama lima menit sehari atau menambah durasi sesuai tujuan yang ingin kamu capai jika terdapat perubahan. Tidak sulit bukan?
Tidak terlalu penting apakah kamu termasuk orang yang membuat resolusi tahunan atau tidak. Yang lebih penting adalah dari hari ke hari kamu mampu bertumbuh menjadi lebih baik. Nah, teknik Kaizen ini bisa coba kamu terapkan, Piders! Cocok untuk membangun konsistensi demi tercapainya tujuan.
Penulis : Ira Gusmiarti
Editor : Adi Suwarno
