Masa-masa mahasiswa merupakan masa paling menyenangkan untuk belajar dan eksplorasi diri. Sebagian dari Piders mungkin memanfaatkan masa mahasiswanya untuk ‘menemukan jati diri’ dan lebih mengenal diri sendiri. Apalagi para mahasiswa baru, pasti sedang asyik-asyiknya melakukan eksplorasi dengan mengikuti berbagai macam kegiatan. Mulai dari organisasi di kampus, kegiatan di fakultas, berbagai seminar yang menjamur, komunitas-komunitas yang bertebaran, sampai kegiatan di luar kampus yang tidak kalah seru dan mengasyikkan.
Namun, di samping masa-masa menyenangkan untuk eksplorasi diri, ternyata masa mahasiswa juga ‘dihantui’ oleh kekhawatiran akan diri sendiri dan masa depan, lho, Piders! Fenomena ini disebut quarter life crisis atau krisis seperempat abad, sebuah keadaan emosional yang umumnya dialami orang-orang berusia 18-30 tahun seperti kekhawatiran, keraguan terhadap diri sendiri, hingga kebingungan menentukan arah hidup.
Keadaan ini sangat wajar dialami oleh mereka yang memang sedang berada pada masa proses menuju dewasa. Usia-usia mencari jati diri dan mencari jalan hidup. Sisi buruknya adalah, tidak jarang orang menjadi stres bahkan depresi apabila terlalu larut dengan kekhawatiran dan kebingungan mereka. Overthinking atau berpikir yang berlebihan membuat diri menjadi lelah dan tidak jarang jatuh sakit. Hal ini justru membuat diri menjadi tidak produktif dan mengganggu kegiatan sehari-hari.
Tulisan kali ini akan membahas beberapa tips ringan untuk menghadapi masa-masa quarter life crisis. Apa saja tuh?
- Berhenti Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain
Setiap manusia itu berbeda dan masing-masing membawa sifat uniknya sendiri-sendiri. Tentu saja jalan hidup dan kesuksesan orang berbeda-beda. Terkadang, ketika melihat teman kita memperoleh hal yang menyenangkan atau baru saja berhasil mencapai impian mereka, kita juga ingin mendapatkan hal yang sama. Hadirlah pikiran-pikiran yang mengganggu seperti; ‘Kok bisa ya dia udah punya penghasilan sendiri di usia 24?’, ‘Kok bisa sih dia menang lomba terus’, atau ‘Asyik banget dia selalu dapet projek bareng sama dosen.’. Pikiran-pikiran yang kerap dibarengi dengan pertanyaan, ‘Aku kapan, ya?’.
Kalau sudah paham jika manusia itu unik dan masing-masing punya jalan kesuksesannya sendiri-sendiri, berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Percayalah bahwa kamu pasti punya keunikan dan keunggulan sendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain. Tinggal bagaimana menemukan dan mengolah keunikan tersebut sehingga membuatmu semakin bertumbuh.
- Terus Belajar dan Berproses
Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Bahkan kalau kamu baru mau memulai belajar hal baru di usia 20-an, itu bukanlah sebuah masalah. Mungkin akan ada orang yang berfikir, ‘Udah umur 24 tahun kok baru mau mulai les piano?’. Tidak ada batasan untuk belajar dan memulai hal baru. Karena kita tidak pernah tahu ketertarikan dan kesempatan itu akan datang kapan. Dan bisa jadi, dari ketertarikan pada hal baru tersebut, akan menuntunmu untuk menemukan jalan hidup.
- Menerima Diri
Belajar untuk menerima diri sendiri apa adanya. Lakukan apa yang kamu suka dan teruslah berproses. Menerima diri adalah salah satu cara untuk tidak terus membandingkan diri dengan orang lain. Percayalah bahwa diri kita juga istimewa dan punya potensi yang tidak kalah hebat dengan teman kita. Temukan apa yang kamu suka dan asahlah terus, sehingga mendatangkan prestasi untuk dirimu.
- Banyak Sharing dengan Senior
Mengenal banyak kakak tingkat akan membawa keuntungan tersendiri untuk kita, lho! Belajar dari orang-orang yang lebih tua membantu kita memperoleh gambaran hidup di masa yang akan datang. Tentu saja, karena mereka telah melewati masa-masa yang saat ini kita alami. Cobalah sering berbagi keresahan dengan para senior, dan jangan segan untuk sekadar minta saran atau masukan dari mereka. Perhatikan juga bagaimana mereka berproses selama berkuliah dan menemukan passion hidup.
Selamat menemukan dirimu dan bersinar dengan keunikanmu!
