0 0
Read Time:3 Minute, 39 Second

Sebagai mahasiswa atau pelajar, terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan diri kita. Salah satu cara tersebut adalah dengan mengikuti kegiatan sukarelawan atau menjadi volunteer.  Kegiatan sukarelawan atau volunteering sangat erat kaitannya dengan pengembangan diri, kegiatan saling membantu, dan sosialisasi. Kegiatan volunteering ini juga memiliki banyak sekali manfaat, seperti dapat menambah pengetahuan kita tentang bidang yang kita tekuni pada kegiatan volunteering tersebut. Pada bulan Desember tahun 2019 lalu, saya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan volunteering di Kamp Pengungsian Rohingya di Cox Bazar, Bangladesh. Tentunya, momen ini menjadi momen yang tidak akan saya lupakan seumur hidup. Selain karena mendapatkan pengalaman baru, ada banyak sekali pelajaran hidup yang berpengaruh di hidup saya dan dapat saya rasakan manfaatnya hingga saat ini. Menjadi salah satu volunteer di Kamp Pengungsian Rohingya di Bangladesh telah mengajarkan saya banyak sekali hal. Berikut adalah tiga pelajaran hidup dengan menjadi volunteer di Kamp Pengungsian Rohingya di Bangladesh!

 

1.  Terbiasa siap dengan kondisi apa pun

Tidak banyak yang bisa diharapkan terkait fasilitas di Kamp Pengungsian Rohingya. Jujur saja, saat pertama kali mengetahui bahwa saya akan diberangkatkan menjadi salah satu volunteer, saya sudah berekspektasi macam-macam. Saya berharap banyak bahwa tempat tinggal volunteer adalah tempat yang layak dan nyaman. Namun, semua berubah tatkala saya tiba di tempat tinggal kami untuk satu minggu ke depan. Tempat yang akan kami tinggali adalah bangunan sederhana berada di perbukitan tanah basah yang hanya terbuat dari seng dan kayu, di mana tempat ini dilengkapi dengan fasilitas lain yang jauh dari kata nyaman. Singkat kata, fasilitas yang ada sangatlah jauh dari bayangan saya. Dari sini, saya belajar dan menyadari bahwa pelajaran pertama yang saya dapatkan dan terus saya ingat ialah jika kita ingin menjadi volunteer atau mengikuti kegiatan sukarelawan, kita harus menyiapkan diri dengan kondisi apa pun, bahkan dengan kondisi yang susah dan tidak nyaman sekalipun. 

 

2.  Terlatih untuk mengasah kepedulian terhadap sesama

Kita seringkali disibukkan dengan kegiatan kita masing-masing: ke sana kemari menyelesaikan pekerjaan dan memupuk ambisi serta mewujudkan mimpi-mimpi pribadi. Hal ini berlanjut hingga sering kali kita terlupa untuk menengok kanan kiri dan menunjukkan kepedulian terhadap makhluk hidup di sekitar kita. Menerjunkan diri langsung untuk melihat kondisi orang-orang etnis Rohingya yang mengungsi di Bangladesh telah sukses membuat rasa peduli saya kembali hidup. Dengan melihat bahwa di sana masih banyak orang yang membutuhkan uluran, kita akan terbiasa memiliki empati. Dengan melihat bagaimana mereka bekerja dan mencari makan untuk bertahan hidup pada kondisi sangat seadanya dapat mengasah kembali kepedulian kita terhadap sesama. Hal ini adalah pelajaran hidup kedua yang saya dapatkan dari menjadi volunteer di Kamp Pengungsian Rohingya di Bangladesh.

 

3.  Lebih bersyukur dan tidak insecure

Manusia adalah tempatnya mengeluh. Apa yang dimilikinya selalu saja terlihat kurang. Terlebih lagi di era sekarang di mana kesuksesan, kekayaan, dan lain sebagainya ramai dipertontonkan. Banyak orang yang berakhir dengan menyalahkan keadaan, tetapi satu minggu berkegiatan volunteering di Kamp Pengungsian Rohingnya telah mengajarkan saya apa itu bersyukur. Contoh paling sederhana dari hal ini adalah ketika saya dan tim membagikan makan siang untuk anak-anak di kamp pengungsian. Lauk hari itu adalah telur. Betul, hanya telur. Namun, mereka sangat antusias seolah makanan di depan mereka adalah makanan terenak di dunia. Hal ini tentunya sangat menampar saya yang sehari-harinya mengeluhkan menu makanan asrama yang menurut saya ‘gitu-gitu saja’. Selain itu, privilese saya untuk dapat menuntut ilmu di perguruan tinggi yang sering saya anggap biasa saja akhirnya saya sadari bahwa itu merupakan suatu kemewahan yang bahkan tidak bisa diakses oleh para pemuda di kamp pengungsian disana. Dari sini, saya belajar bahwa masih banyak hal yang dapat saya syukuri dan oleh karenanya saya tidak boleh merasa insecure terhadap apa-apa yang saya punya.  

Beberapa hal di atas adalah tiga pelajaran hidup yang saya alami dan saya rasakan hingga saat ini. Menjadi volunteer atau mengikuti kegiatan kerelawanan adalah tantangan sekaligus pengalaman yang tidak akan terlupakan. terlepas dari kegiatan-kegiatan yang banyak dan melelahkan. Konsistensi dalam menjadi sukarelawan akan mengajarkan kita tentang lebih banyak pelajaran hidup. Jadi, bagaimana? Sudah tertarik untuk mengikuti kegiatan sukarelawan? Yuk, mulai dengan langkah sederhana mengikuti kegiatan sukarelawan di daerah sekitarmu!

 

Nur Hamamur Rizki Ratnaningtyas, atau biasa dikenal dengan nama hamamurizki. Seorang pembelajar dan pemimpi penuh waktu yang sedang menjalani study S1 nya di Asian University for Women, Bangladesh. Suka menulis, membaca, sesekali melamun, dan berdiskusi. Aktif di berbagai organisasi dan komunitas. Bisa di jumpai di instagram @hamamurizki_ dan email hamamurrizki@gmail.com

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By PPI TV

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *