0 0
Read Time:2 Minute, 8 Second

X

MENUTUP musim program Live Instagram Tokoh Masyarakat Talk (Tomatalk) 2019/2020, Perhimpunan Pelajar Indonesia Televisi (PPI TV) mengundang salah satu pesohor Indonesia, Oki Setiana Dewi. Oki bicara tentang “Kontribusi Pemuda Islam bagi Kejayaan Bangsa dan Negara” (20/9). Diskusi santai ini dipandu oleh Ade Chandra Sutrisna yang merupakan Reporter PPI TV dan Pemred MediaMahasiswa.com.

Menarik secara khusus potensi sumberdaya manusia Indonesia -yang terdiri dari sebagian besar muslim- untuk menyiapkan bonus demografi yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2020-2030. Oki., Sebagai pemuda Islam Indonesia, kita wajib mempersiapkannya jangan sampai bonus demografi menjadi bencana demografi: punya sumber daya produktif yang banyak, tetapi produktivitas minim.

Memulai pemaparannya, Oki mengutip Quran surat Al Mujadillah ayat 11. Di dalam ayat ini terdapat penjelasan tentang keutamaan ilmu. “Allah sendiri yang menyampaikan, yang pertama kali yang harus kita miliki adalah iman dulu, yang kedua ilmu. Jika kita memiliki bakat, kita akan ditinggikan derajatnya. Terkhusus pada pemuda dan pemudi, muslim dimanapun berada, harus menjadi pegangan,” kata Oki.

Sementara itu, Oki juga mengulas profil pemuda Islam yang dibutuhkan untuk menyosong bonus demografi. Uraiankan Oki, di antaranya tingkatkan literasi. “Banyak baca, banyak nulis. Karena berdasarkan salah satu peringkat lembaga peringkat indeks dunia, Indonesia peringkat ke 60 dari 61 negara pada tingkat literasinya. Jadi, masyarakat kita minat bacanya rendah, apalagi dengan minat yang ditulis,” ungkapnya.

Profil berikutnya, yang harus dimiliki adalah musti terbuka dengan pemikiran-pemikiran baru dan pengalaman-pengalaman baru. Jangan menjadi katak dalam tempurung. “Cobalah lihat dunia, cobalah terbuka dengan berbagai pemikiran dan pengalaman baru. Dengan begitu Anda akan lebih bijak memahami perbedaan, misalnya. Bahwa setiap orang tidak bisa disamakan karena kita harus saling menghormati,” katanya.

Oki lantas mengajak untuk bersimpati dengan kaum minoritas di sejumlah negara. Mereka mendapat perlakuan yang tidak adil karena lantaran ‘perbedaan’ yang mereka miliki. Dengan terbuka dengan banyak pemikiran serta memperbanyak pengalaman, seseorang akan menjadi pribadi yang unggul dan tidak terjebak oleh loyalitas sesat. Sehingga seseorang tidak merasa menjadi ekslusif.

Belajar menjadi relawan juga jadi salah satu pilihan untuk bisa berkontribusi bagi bangsa. Karena dengan menjadi relawan, secara otomatis kita akan menjadi terasah jiwa simpati dan empinya. “Engkau tidak hanya pintar secara akademis, pintar otaknya, tetapi engkau juga punya rasa empati, simpati, dan kepedulian terhadap mereka yang sedang dalam kesulitan,” terang Oki, pendiri Yayasan Maskanul Huffaz ini.

Aksi yang tidak kalah penting untuk ikut berkontribusi adalah mencintai produk-produk lokal. “Yang juga tidak kalah penting adalah menjadi pengusaha. Menjadi pengusaha juga memberikan kontribusi kepada kejayaan bangsa. Karena, dengan menjadi pengusaha, kita telah membukakan lapangan pekerjaan untuk banyak orang,” pungkas Oki yang dikenal sebagai aktris, juga sekaligus pendakwah ini. (*acs) 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By PPI TV

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *