0 0
Read Time:3 Minute, 32 Second

Jika kalian berkunjung ke suatu daerah, tidak afdal rasanya kalau belum mencicipi makanan khas daerah tersebut, bukan? Nah, sekarang aku akan mengajak kalian untuk wisata kuliner secara daring terhadap makanan daerah khas Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Langsung saja disimak, yuk!

  1. BatiahPayakumbuh Kota Batiah. Begitu bunyi slogan yang disematkan kepada Kota Payakumbuh. Batiah adalah makanan khas Kota Payakumbuh yang harus kalian cicipi. Batiah merupakan makanan yang terbuat dari beras yang sedikit mirip dengan rengginang dengan cita rasa yang sedikit berbeda. Batiah memiliki bentuk bulat layaknya kerupuk dan terbuat dari beras ketan. Batiah khas dari Payakumbuh biasanya berwarna kecokelatan karena diberi saka atau gula aren. Makanan ini biasanya menjadi salah satu camilan favorit untuk bersantai atau menjamu tamu di rumah karena rasa gurihnya yang unik. Mencari Batiah di Payakumbuh tidaklah sulit. Kalian bisa menemukannya dengan mudah di toko oleh-oleh makanan khas Payakumbuh dengan harga tergolong murah, yakni sekitar Rp10.000,00 sampai dengan Rp20.000,00.
  2. Bareh RandangBareh dalam bahasa Minangkabau artinya adalah beras, sedangkan randang memiliki arti rendang. Namun, bareh randang bukanlah makanan berupa rendang yang berwarna coklat gelap. Bareh randang adalah makanan yang terbuat dari beras ketan yang ‘direndang’ atau diaduk secara terus menerus dan dicampur dengan beberapa bahan lain sebelum ditumbuk menggunakan lesung hingga menghasilkan butiran halus layaknya pasir. Bareh randang biasanya menjadi makanan wajib ketika ada hajatan. Bareh randang akan diletakkan diatas piring dang dibentuk menyerupai kue dengan menggunakan sendok. Untuk camilan sehari-hari, bareh randang biasanya akan dipotong-potong berbentuk wajik.
  3. Randang TaluaJangan bayangkan kalian akan mencicipi telur rebus bulat yang dibalut bumbu rendang. Randang talua atau rendang telur memiliki bentuk lempengan tipis kotak-kotak layaknya keripik. Teksturnya yang renyah terlihat karena telurnya dibuat super garing, begitu pula dengan baluran bumbu rendang yang tidak basah dan berminyak. Rendang telur bisa dimakan dengan nasi sebagai lauk maupun sebagai camilan. Pastinya, dua-duanya sama-sama enak! 

    Untuk mendapatkan randang talua, kalian bisa melipir ke toko oleh-oleh khas Payakumbuh yang tersedia di setiap perbatasan kota Payakumbuh. Kamu harus mengeluarkan kocek sekitar Rp15.000,00 untuk ukuran 200 gram randang talua. Namun, jika kamu berniat membeli dengan jumlah banyak, kamu bisa membeli yang ukuran satu kilogram dengan harga sekitar Rp75.000,00.

  4. GalamaiGalamai adalah dodol khas kota Payakumbuh yang dibuat dari tepung beras ketan, gula aren, dan campuran santan. Galamai dibuat dengan proses yang lumayan lama, yakni tig sampai denga empat jam pengadukan di kuali besar hingga mengental. Galamai biasanya dibuat dengan cara bergotong royong karena memerlukan tenaga yang banyak untuk mengaduknya. Galamai memiliki tekstur lengket, kental, dan berwarna kecokelatan. Galamai umumnya disajikan di acara besar, seperti hajatan, acara adat, dan hari raya. Namun, ada juga yang menjadikannya camilan sehari-hari karena rasanya yang manis dan gurih. Ditambah lagi, varian galamai semakin hari menjadi semakin beragam, seperti galamai yang diberi campuran kacang tanah yang sudah digoreng atau durian. Wah, lamak bana!
  5. Karak KaliangTerakhir, ada makanan unik yang berbentuk angka ‘8’ berwarna kuning cerah. Olahan ini terbuat dari ubi kayu yang dicampur dengan bumbu-bumbu lainnya dan digoreng hingga matang. Karak kaliang terdiri dari dua ukuran, yakni ukuran sebesar ibu jari orang dewasa dan sebesar jari kelingking orang dewasa. Camilan ini akan dengan mudah kalian temukan jika berjalan-jalan ke setiap pasar di Kota Payakumbuh karena ada ratusan industri rumahan yang memproduksi karak kaliang. Kalian sudah bisa memboyong pulang sebungkus karak kaliang untuk dinikmati ketika bersantai dengan orang tercinta hanya dengan harga sekitar Rp5.000,00 sampai dengan Rp10.000,00.

 

Karena itu, jika kamu melancong ke Payakumbuh, pastikan kamu menenteng pulang salah satu makanan di atas, ya! Kamu harus mengamankan kocek di dompetmu terlebih dahulu sebelum bertandang ke toko oleh-oleh di Payakumbuh. Sebab, selain lima makanan diatas, masih banyak makanan lainnya yang akan menggugah seleramu di kota penuh kuliner ini.

 

 

 

 

Penulis: Amelia Ratih Amanda

Editor: Abdurrahman Al-Fatih Ifdal

 

Amelia Ratih Amanda, gadis Minang yang lahir pada tanggal 27 Oktober 2001 di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Saat artikel ini dibuat, penulis sedang menempuh pendidikan S1 Ilmu Komunikasi di UIN SUSKA Riau. Berkecimpung di dunia jurnalistik dan komunikasi membuat penulis sibuk di berbagai organisasi pelajar. Penulis juga aktif berbagi informasi atau cerita di media sosial Instagram @althaffz 

Untuk tahu lebih jauh bisa langsung saja ke media sosial penulis. Salam.

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By PPI TV

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *