
Bagi siapa pun yang ingin melanjutkan studinya di luar negeri, India bisa menjadi salah satu negara yang menawarkan pendidikan bertaraf internasional. Pendidikan di India terbilang bagus. Sedari dini, para pelajar India sudah diperkenalkan dengan bahasa Inggris ketika belajar. Karena itu, tidak heran jika anak-anak sampai orang tua di sana bisa paham bahasa Inggris. Kemudian, biaya hidup di India yang terbilang cukup murah bisa membuat kita tidak perlu khawatir jika ingin hidup hemat. Namun, belajar di negeri tetangga, yang notabenenya kita hanya seorang asing yang sedang menimba ilmu, pasti ada saja tantangan yang datang silih berganti. Apa saja kira-kira tantangannya, ya?
Yuk, simak tantangan apa saja saat berkuliah di India!
1. Banyaknya saingan dalam belajar

Bersaing dalam belajar sebenarnya hal yang wajar dan sering dijumpai. Persaingan ini tidak hanya ditemukan pada mahasiswa India yang rasa semangat belajarnya tinggi, tetapi juga pada rata-rata orang India yang berpendidikan ia aktif di kelas dan gemar sekali pergi mengunjungi perpustakaan. Ketika ujian tiba, setiap perpustakaan terlihat penuh bahkan tak jarang terlihat ada kursi kosong sedari pagi hingga malam. Lalu, mereka rela belajar di halaman kampus sekalipun dalam keadaan panas atau dingin. Jadi, hal ini menjadi tidak mengejutkan apabila mereka menjadi pintar semua. Namun, tentunya kita tak boleh menjadi minder. Yang terpenting adalah kita tetap semangat dan jangan menyerah.
2. Semua ujian berbentuk esai dan tidak ada pilihan ganda

Berbeda dengan sistem ujian tertulis di Indonesia yang terdiri dari esai dan pilihan ganda, maka pendidikan di India ini, khususnya di Aligarh Muslim University, menggunakan esai sebagai model ujian. Terdapat beberapa soal yang masing-masing memiliki kriteria nilainya. Ketika ujian, kita hanya diberi 20 halaman kertas kosong dan kertas soal. Dalam waktu kurang lebih dua jam, kita diminta untuk bisa menyelesaikan soal tersebut, terlebih lagi menggunakan bahasa Inggris secara penuh. Bagi yang belum terbiasa, hal ini pastinya akan membuat kita shock dan butuh waktu ekstra lagi untuk berlatih.
3. Pelayanan administrasi berkas yang terbilang cukup lambat

Pengurusan berkas sendiri di India ini terbilang cukup lambat. Jika kita ingin mengurus atau menyerahkan suatu dokumen, kita harus benar-benar sudah memastikan semua berkas telah lengkap, tersedia dan juga diserahkan tepat waktu. Sebab, para staf administrasi berkas di sini sangat mudah untuk menolak permohonan kita jika ada sedikit saja kesalahan. Pastinya, hal tersebut bisa membuat kita naik darah jika terus-menerus mendapat penolakan. Karena itu, tidak disarankan bagi kalian untuk mengurus suatu dokumen secara mendadak. Apabila terdapat suatu masalah, kalian lebih baik segera mengurusnya agar tidak menjadi masalah yang lebih besar di kemudian hari.
4. Budaya klakson yang bikin kaget

India terkenal dengan budaya klaksonnya yang cukup menyita perhatian, khususnya bagi para pendatang asing. Para pengendara India ini terbilang cukup berani saat berkendara terutama saat mengendarai motor. Mereka tak kenal situasi, di mana klakson dibunyikan pada saat apa pun meskipun jalanan tidak begitu padat. Tidak cukup sekali, mereka akan terus berulang kali membunyikan klaksonnya ketika jalanan sedang padat. Hal ini tentunya membuat kita merasa terganggu. Bagi pendatang baru, kita harus berhati-hati ketika berjalan kaki dan tentunya mencoba membiasakan telinga kita untuk mendengar suara klakson yang menggema di setiap sudut jalanan.
Rina Alfiana Zulfa, lahir di Tegal, 19 April 2000. Seorang mahasiswi di Aligarh Muslim University yang memiliki hobi menulis dan berorganisasi. Beberapa tulisannya bisa dijumpai di salah satu situs majalah online panalogi.com. Rina juga bisa dijumpai di blog dan diajak diskusi melalui akun instagram @iyasayarina dan email rinaalfiana088@gmail.com.
