
Meninggalkan kampung halaman dan memulai hidup di lingkungan baru adalah sebuah tantangan bagi siapa pun. Begitu pula bagi anak rantau yang menimba ilmu jauh dari tanah kelahiran. Kebudayaan, bahasa, juga makanan yang berbeda kerap kali menjadi hambatan dalam menyesuaikan diri di lingkungan baru. Banyak dari anak rantau yang akhirnya tumbang dan memilih pulang. Namun, banyak juga dari mereka yang dapat bertahan sampai titik darah penghabisan.
Bangladesh, negara yang terletak di Asia Selatan ini cenderung memiliki banyak perbedaan dengan Indonesia. Pastinya, perbedaan ini adalah tantangan bagi para pelajar yang menuntut ilmu di Bangladesh. Berikut adalah 4 cara untuk dapat survive ketika menuntut ilmu di Bangladesh!
1. Beradaptasi dengan Cepat

Beradaptasi dengan lingkungan baru memang tidak mudah, apalagi bila lingkungan itu sangat berbeda jauh dari lingkungan yang biasa kita tinggali. Namun, bukan berarti kita tidak mampu untuk beradaptasi dengan cepat. Beradaptasi dengan cepat akan membuat kita lebih menikmati hari-hari yang kita habiskan di lingkungan tersebut. Nah, bagaimana cara beradaptasi dengan cepat?
Kita dapat memulainya dengan menjadi pribadi yang berpikiran terbuka. Dengan memiliki pikiran yang terbuka, kita tidak akan terus dibayangi akan keresahan-keresahan tinggal di negara orang. Pikiran kita akan disibukkan dengan menerima segala perbedaan yang ada di sekitar kita dan juga memiliki kemauan dalam mempelajari hal baru. Selain itu, bersikap ramah dan hangat dapat menjadi cara agar dapat beradaptasi dengan cepat. Dengan bersikap ramah dan hangat, orang-orang cenderung akan menganggap kita sebagai pribadi yang nyaman. Ketika kita dapat beradaptasi dengan cepat, maka dapat dipastikan bahwa perbedaan tidak lagi menjadi hambatan. Hal itu juga akan membuat kita lebih bersemangat dalam menjalani kegiatan sehari-hari di tanah rantau.
2. Belajar Bahasa Setempat

Tidak diragukan lagi bahwa belajar bahasa setempat adalah salah satu cara ampuh untuk dapat survive ketika menuntut ilmu di negara asing. Kegiatan sehari-hari menuntut kita untuk berinteraksi dengan banyak orang, apalagi jika berkaitan dengan bermasyarakat juga berbelanja. Perbedaan bahasa terkadang membuat kita kesulitan dalam berkomunikasi dengan warga setempat dan membuat kita merasa stres.
Sebagai contoh, belanja kebutuhan harian adalah aktivitas yang membuat kita harus berinteraksi dengan warga lokal. Namun, apa jadinya jika kita tidak memahami bahasa mereka? Tentu kita akan dibuat bingung dengan harga yang ditawarkan, apalagi jika kita ingin menawar harga barang tersebut. Oleh karenanya, bahasa lokal akan sangat bermanfaat untuk kegiatan transaksi jual beli dan semacamnya. Selain itu, dengan memahami bahasa lokal, kita akan lebih mudah dalam berbincang-bincang dengan tetangga, sehingga kita akan merasa lebih nyaman hidup di tempat tersebut. Dengan demikian, belajar bahasa keseharian setempat dapat menjadi cara untuk dapat bertahan hidup di lingkungan yang baru.
3. Bersosialisasi dengan Warga Sekitar

Apa yang akan kalian rasakan jika hidup di negeri orang tetapi tidak dapat bersosialisasi dengan warga sekitar? Pastinya kalian akan merasa tidak nyaman dan tidak betah bukan? Nah karenanya, bersosialisasi dengan warga sekitar sangat penting bagi kita untuk dapat merasakan kenyamanan di lingkungan tersebut. Dengan rasa nyaman tersebut, kita akan merasa betah untuk tinggal di sana. Selain itu, ketika kita dapat bersosialisasi dengan warga sekitar, maka kita akan memiliki banyak teman yang dapat membantu kita di kala kesusahan, sehingga tantangan-tantangan yang biasa dihadapi oleh mahasiswa internasional tidak lagi terasa sangat berat.
4. Memperluas Relasi dengan WNI di sana

Ketika kita tinggal di luar negeri, dapat dipastikan bahwa kita tidak akan sendirian, karena selain kita, terdapat banyak warga negara Indonesia yang juga tinggal di negara tersebut. Salah satu cara ampuh untuk dapat survive ketika menuntut ilmu di Bangladesh adalah memperbanyak relasi dengan warga negara Indonesia di Bangladesh. Kalian dapat menemukan para WNI melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia setempat. Dengan memiliki relasi WNI yang luas, kita tentu tidak akan merasa sendirian tatkala hidup di negara orang. Kita juga dapat saling mengunjungi satu sama lain untuk bersilaturahmi. Hal ini dapat membuat kita lebih betah dan dapat bertahan ketika berada di tanah rantau.
Tinggal di negara orang memang tidaklah mudah, tetapi ketika kita dapat melewatinya dengan baik, semua rasa sakit yang pernah kita rasakan akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Demikian 4 cara untuk dapat survive ketika menuntut ilmu di Bangladesh. Namun, sebenarnya masih banyak lagi cara-cara yang bisa kalian gunakan untuk bertahan hidup di negara orang. Semoga tips ini membantu ya!
Nur Hamamur Rizki Ratnaningtyas atau biasa dikenal dengan nama Hamamurizki ialah seorang pembelajar dan pemimpi penuh waktu, yang sedang menjalani studi S1-nya di Asian University for Women, Bangladesh. Hamamurizki juga dikenal suka menulis, membaca, sesekali melamun, dan berdiskusi. Tak hanya itu, tetapi juga aktif di berbagai organisasi dan komunitas. Ia bisa dijumpai di Instagram @hamamurizki_ dan email hamamurrizki@gmail.com
——————
Editor: Ita’ul Masruroh
