0 0
Read Time:2 Minute, 58 Second

 

Berkunjung ke Yogyakarta sudah biasa jika hanya sekadar ke Malioboro atau Tugu Jogja. Yogyakarta—sebagai kota yang memiliki sejarah panjang—memiliki berbagai situs sejarah maupun museum yang mampu menyimpan, merawat, dan menceritakan sejarah kepada pengunjung.

Selain kesejarahan, Yogyakarta—sebagai wilayah yang memiliki geografi yang cukup menarik—juga memiliki beberapa museum yang menyimpan kisah lama yang pernah terjadi di Yogyakarta.

Piders mungkin sudah pernah berkunjung ke Keraton Yogyakarta. Kali ini ada tiga rekomendasi museum yang dapat masuk ke dalam daftar tempat yang wajib Piders kunjungi apabila berkunjung ke Yogyakarta. Museum-museum tersebut tidak terkesan kuno, tetapi informatif, dapat sebagai tempat wisata dan berfoto untuk diceritakan di media sosial.

  • Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo merupakan museum yang menyimpan dan memamerkan berbagai koleksi budaya dan sejarah di Pulau Jawa hingga Bali. Museum ini termasuk Museum terlengkap yang ada di Indonesia.

Museum Sonobudoyo memiliki koleksi seperti keris, arca, berbagai jenis wayang, alat pertanian, dan sebagainya. Museum Sonobudoyo pun memamerkan koleksi dari masa ke masa mulai dari masa prasejarah, Hindu-Buddha, kerajaan Islam, hingga penjajahan.

Tidak hanya itu, Museum Sonobudoyo memutar beberapa film koleksi milik museum secara gratis mulai pukul 16.00 hingga 20.00 WIB. Selain itu, Museum Sonobudoyo juga sering menggelar pameran dengan tema khusus yang dapat dikunjungi secara gratis.

Museum ini terletak di utara Alun-alun Selatan, Jalan Pangurakan No. 6, Gondomanan, Kota Yogyakarta. Hanya 100 meter dari titik 0 Km Yogyakarta.

Museum Sonobudoyo buka pada hari Selasa-Minggu pukul 08.00 hingga 15.30 WIB. Tiket masuk pun sangat terjangkau untuk semua kalangan, anak-anak hanya dikenakan Rp2.500 dan dewasa Rp3.000. Jika Piders masih penasaran dan ingin tahu tentang Museum Sonobudoyo, silakan mengunjungi akun Instagram @sonobudoyo.

  • Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Sebagai tempat bersejarah bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU), Yogyakarta juga memiliki museum yang menyimpan koleksi kedirgantaraan, mulai dari pesawat amfibi, pesawat tempur, pesawat militer, helikopter yang pernah dipakai presiden Indonesia, senjata perang, hingga koleksi terbarunya, Pesawat Gatot Kaca N250 yang dipelopori Bacharuddin Jusuf Habibie.

Museum tersebut ialah Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala yang terletak di Kompleks Landasan Udara Adisucipto, Banguntapan, Kabupaten Bantul. Dari Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Piders dapat melihat langsung pesawat yang mendarat dan lepas landas di Bandara Adi Sucipto.

Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala buka setiap hari pukul 8.30 hingga 16.00 WIB. Piders hanya perlu merogoh kantong sebesar Rp3.000 sebagai biaya masuk. Jika  masih penasaran dengan pesawat militer masa ke masa, bisa banget mengunjungi museum ini atau Piders ingin cari informasi dulu mengenai Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala? Kunjungi Instagram @museumdirgantara.

  • Museum Gumuk Pasir

Yogyakarta juga memiliki kekayaan alam yang dapat kita pelajari. Misal, gumuk pasir di area Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul. Pada area gumuk pasir, Piders dapat melakukan aktivitas seperti berfoto bak di tengah gurun pasir dan bermain sandboarding.

Namun, tak lengkap rasanya jika kita hanya mengunjungi hamparan pasir, sebab gumuk pasir ini merupakan fenomena alam yang menarik. Sejarah terbentuknya gumuk pasir di area Pantai Parangtritis diabadikan dalam Museum Gumuk Pasir, Kretek, Bantul.

Di museum ini kita dapat melihat benda-benda maritim yang digunakan masyarakat setempat. Pengunjung juga diajak menyusuri Sungai Opak yang membawa material vulkanik Gunung Merapi dalam sebuah lorong hingga membentuk gumuk pasir di muara sungai.

Jika Piders ingin mengunjunginya, Museum Gumuk Pasir buka pada Selasa-Minggu pukul 08.00 hingga 15.00 WIB tanpa biaya masuk alias gratis. Namun, jika masih penasaran dan ingin informasi lebih tentang museum ini dapat mengunjungi Instagram @geomaritimesp.

Menarik bukan? Yuk, masukkan dalam rencana dan atur waktu Piders untuk berkunjung ke Yogyakarta.

 

Penulis : Muhammad Irfan Habibi

Editor : Adi Suwarno

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By PPI TV

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *