PELESTARIAN BUDAYA
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki banyak kebudayaan. Ragam macam budaya yang melimpah tidak lepas dari banyaknya suku dan ras yang ada, mulai dari Sabang hingga Merauke. Tidak hanya terkenal di negaranya saja, melainkan sudah terkenal hingga tingkat mancanegara. Namun, tidak sedikit juga kebudayaan di Indonesia yang tidak terjamah di wilayah Indonesia itu sendiri, terlebih di tingkat internasional. Kurangnya pengeksposan budaya-budaya Indonesia membuat budaya tersebut tidak terlihat oleh warga, baik dalam maupun luar negara.
Melihat jauh ke sisi Timur Indonesia, tanah yang kaya akan budaya dan tradisi, tanah yang memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri, tanah yang memiliki penduduk yang sangat ramah, tanah yang mempunyai Surga di dalamnya, tanah mutiara hitam, Papua. Meskipun berada jauh di Timur Indonesia, keragaman budaya dan tradisi di tanah ini sangatlah banyak, salah satunya adalah tradisi bakar batu. Mungkin terdengar aneh di telinga beberapa khalayak, tetapi tradisi ini sudah menjadi tradisi turun temurun dari nenek moyang mereka.
Tradisi ini mempunyai makna sebagai ungkapan rasa syukur pada tuhan dan simbol solidaritas yang kuat. Karena pada tradisi ini, digunakan juga sebagai bentuk silaturahmi antar suku yang ada. Karena pada tradisi ini ada banyak orang yang berkumpul dan memasak bersama dengan keluarga dan kerabat menyambut kabar bahagia, seperti kelahiran, perkawinan adat, dan penobatan kepala suku.
Awal mula tradisi ini untuk memasak babi, namun seiring berjalannya waktu tradisi ini juga digunakan untuk memasak olahan ayam dan juga sapi. Kaum muslim juga melakukan tradisi ini pada saat akan memasuki bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk saling memaafkan.
Sebelum melakukan tradisi bakar batu, kaum laki-laki menyiapkan kayu, rumput, dan bebatuan yang tidak mudah pecah sejak pagi hari.
Batu tersebut ditumpuk di atas perapian kemudian dibakar hingga panas membara dan kayu habis terbakar.
Kemudian warga yang lain menggali lubang yang cukup dalam dan diberi alas daun pisang dan alang-alang, lalu memasukkan batu yang panas ke dasar lubang tersebut.
Setelah itu, diletakkan daun pisang di atas batu, kemudian letakkan daging yang akan dimasak dan ditutup dengan daun pisang lagi. Kemudian diletakkan lagi batu panas di atas daun pisang agar makanan yang dimasak menjadi matang sempurna. Terdengar sangat keren, bukan?
Tradisi ini berlangsung hingga saat ini dan semoga akan berlangsung hingga seterusnya. Kalau bukan kita yang melestarikan budaya kita, siapa lagi? Dan kalau bukan dari sekarang, kapan lagi?
Ayo, sama-sama kita melestarikan budaya kita, bukan hanya di wilayah kita sendiri melainkan melestarikan juga seluruh budaya yang dimiliki oleh negara kita, Indonesia.
Oleh: Sofiyah Laila Abu Bakar
