Halo Piders! Apa kabarnya? Semoga ga kecapean karena begadang nonton Piala Eropa dan Copa Americana ya. Ngomong – ngomong soal sepak bola, pasti tahu dong kalau negara negara Amerika Latin mendominasi di sepak bola. Terbukti dari bagaimana Argentina adalah pemenang Piala Dunia di tahun 2022, hingga bagaimana pemain pemain bintang di klub besar di Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, Manchester United, Manchester City, Juventus dan lainnya banyak merekrut pemain pemain dari Amerika Latin, dan bahkan menjadi legenda hidup di klub klub tersebut. Sebut saja Lionel Messi, Dybala, Garnacho, Vinicius Jr, Luis Suarez, Julian Alvarez, Ronaldinho, Neymar dan masih banyak lainnya.
Hal ini tentu perlu patut kita apresiasi dan kagumi, mengingat pembinaan klub sepak bola di Amerika Latin tidak memiliki fasilitas sebaik dan semegah akademi klub sepak bola Eropa, seperti Akademi La Masia maupun Akademi Ajax FC. Belum lagi, banyak pemain bintang dari Amerika Latin yang berasal dari keluarga miskin dan terlepas dari segala rintangan yang ada, mereka tetap bisa menembus persaingan sepak bola internasional dan lolos seleksi tim utama klub klub besar Eropa.
Berikut sudah kami rangkum alasan alasan mengapa sepak bola di Amerika Latin mendominasi,
- Sepak bola dimana-mana

Sejak kecil, orang orang di Amerika Latin sudah terbiasa dengan bermain bola dimana saja, mulai dari depan rumah, di jalanan, hingga di tepi sungai! Bahkan, jika kita berkunjung untuk berwisata ke negara negara Amerika Latin seperti Brazil, Uruguay, Kolombia dan lainnya kamu akan sangat mudah menemukan anak anak yang bermain bola di setiap sudut kota, mulai dari taman hingga pinggir pantai.
2. Simbol persatuan

Ketika masa penjajahan oleh bangsa Portugis, Spanyol dan oleh Kerajaan Inggris, mereka membawa orang orang dari benua Afrika untuk dijadikan pekerja paksa di Perkebunan mereka. Suku asli Amerika Latin tentu saja memiliki banyak perbedaan dengan orang orang yang dibawa dari Afrika, mulai dari warna kulit hingga bahasa. Namun, dengan adanya sepak bola, mereka bisa bermain Bersama dan mulai mengenal satu sama lain melalui sepak bola. Hal ini juga yang menyatukan mereka, dan akhirnya dengan persatuan, mereka bisa perlahan melawan kolonialisme.
3. Simbol perlawanan politik

Seperti yang kita ketahui, setiap klub pasti memiliki yel-yel atau lagu kebanggaan masing maing. Tapi tahukah kamu, bahwa terkadang ada beberapa lagu yang sengaja diimprovisasi sebagai lagu perlawanan terhadap pemerintah? Pada 1960an hingga 1970an, klub asal Brazil, Corinthians sengaja mengubah lagu klub mereka sebagai simbol protes terhadap kediktatoran militer pemerintah Brazil. Lalu klub asal Argentina, Boca Rivers juga pernah membentangkan poster besar besaran di stadion mereka yang berisikan tentang dukungan terhadap kelas pekerja di Argentina. Lalu di Meksiko, beberapa kali mereka menggunakan pertandingan sebagai simbol protes terhadap kekejaman kartel yang terjadi di Meksiko.
4. Jalan keluar dari kemiskinan

Banyak pemain bintang asal Amerika Latin yang dulunya hidup miskin, dan tinggal di kawasan kumuh yang disebut favelas. Banyak dari mereka yang bahkan tidak punya uang untuk membeli sepatu bola saat kecil. Belum lagi Tingkat kriminalitas yang tinggi di beberapa negara Amerika Latin, yang membuat remaja remaja dari kalangan menengah kebawah rentan untuk mencari nafkah dengan aksi aksi criminal, seperti menjadi pencopet, penipu hingga menjual narkoba. Nah, dari hal hal pahit inilah banyak yang termotivasi untuk menjadi pemain sepak bola, agar nantinya direkrut oleh klub-klub besar di Eropa dan mendapat gaji tinggi. Contohnya pemain Bintang asal Brazil yang sekarang bermain di klub Liga Inggris, Tottenham Hotspur, Richarlison. Ia berasal dari keluarga sederhana, dimana ayahnya adalah kuli bangunan dan ibunya adalah penjual es krim. Dalam wawancaranya dengan BBC News, ia berkata bahwa banyak temannya yang dari umur 13 tahun sudah menjual narkoba demi mendapatkan uang. Richarlison menolak hidup seperti itu, karena ia tidak mau menjadi kriminal seumur hidupnya. Ia pun dengan tekun berlatih sepak bola, walaupun harus menyambi menjual es krim agar bisa membeli sepatu sepak bola. Ketekunan dan kesabarannya pun membuahkan hasil karena sekarang ia berhasil menjadi pemain kunci di Tottenham Hotspur, selalu menjadi line-up utama di timna Brazil dan kini ia digaji sebesar 90.000 poundsterling atau senilai 1,9 milyar rupiah per minggu!
Nah bagaimana Piders, apakah kamu sekarang sudah paham kan mengapa pemain pemain Amerika Latin banyak menjadi pemain Bintang dan mendominasi di kancah dunia? Semoga timnas Indonesia di suatu hari nanti juga bisa mencapai raihan sebaik tim tim dari Amerika Latin ya Piders!
Penulis: Amalia Raras Putri Cahyadi
