Tiongkok tidak hanya negeri tirai bambu. Ia adalah tempat di mana seribu keindahan termaktub dalam budaya, alam, dan penduduknya. Tidak jarang, banyak orang masih mengenali negeri tersebut sebatas ‘pemilik Tembok Besar Tiongkok’, di samping dikenal juga sebagai ‘negeri dengan penduduk terbesar di dunia’.
Dengan luas wilayah yang terbentang dan penduduk yang menjunjung kebudayaan, Tiongkok dapat berdiri kokoh sebagai salah satu negara adidaya yang sudah maju di berbagai sektor. Teknologi mereka kembangkan dengan ulet dan pengetahuan mereka emban mati-matian. Semua itu tidak lepas dari peran literasi yang mengakar kuat lewat peninggalan-peninggalan zaman dahulu yang sudah mengukirkan karya tulis.
Melansir dari Britannica Kids, Tiongkok adalah satu-satunya negara yang konsisten membuat literatur tertulis dalam satu bahasa selama 3.000 tahun. Hal ini disebabkan karena Tiongkok bersikukuh dalam penggunaan bahasa tertulis sejak awal. Seluruh karakter tertulis dalam bahasa Mandarin mewakili kata atau bagian kata berdasarkan makna, bukan berdasarkan bunyi. Tidak heran kalau para penduduk di sana mampu membaca tulisan Mandarin walaupun banyak perubahan dalam pengucapan kata seiring berkembangnya zaman.
Masih melansir dari sumber yang sama, kekonsistenan bahasa tertulis yang berlangsung selama berabad-abad ini melahirkan apresiasi dan hormat yang besar dari penduduk Tiongkok akan karya-karya tulis, terutama puisi. Orang-orang Tiongkok kerap memajang gulungan puisi di samping lukisan di ruang-ruang dalam rumah mereka, menandakan bahwa karya-karya sastra di Tiongkok hadir untuk dinikmati sehari-hari.
Tentunya, Piders, dengan lestarinya bahasa Mandarin selama ribuan tahun, karakter-karakter yang dimilikinya pun terhitung sangat banyak! Ada ribuan karakter lebih yang harus dikuasai agar kita bisa memahami teks bahasa Mandarin, dan jumlah karakter yang dibutuhkan akan semakin banyak jika kita berniat untuk mempelajari bahasa tersebut secara totalitas. Mengutip dari Hutong School, seseorang bisa mempelajari hingga 106.230 karakter bahasa Mandarin jika merujuk pada Dictionary of Chinese Variant Form.
Jadi, Piders, tertarik untuk mendalami bahasa Mandarin?
