0 0
Read Time:1 Minute, 34 Second

Tiongkok memiliki sejarah ribuan tahun yang kokoh, membuahkan banyak mahakarya sastra yang melegenda dan menjadi pondasi yang menjadi langkah terkembangnya budaya Tiongkok dalam seni tari, drama, film, dan sebagainya. Melansir dari China Highlights, penulisan literatur dalam budaya Tiongkok dimulai dengan tulisan hieroglif yang digunakan pada 1700 SM hingga 1050 SM pada masa Dinasti Shang bertahta. Salah satu fakta menarik tentang sastra Tiongkok adalah sebagian besar penulis yang melahirkan karya sastra hebat menggunakan bahasa tulis formal yang disebut bahasa Tiongkok Klasik.

Masih dari sumber yang sama, bahkan pada zaman Dinasti Qing, sebagian besar penulis menulis dalam aliran sastra yang sudah ada sejak 2.400 tahun yang lalu. Mereka mempelajari tulisan-tulisan kuno dalam penulisan bahasa yang kurang lebih asli. Rentang waktu ini menghasilkan cakrawala sastra Tiongkok meluas dan begitu kompleks karena banyaknya penulis yang hidup di berbagai era.

Mengutip dari situs Shen Yun Performing Arts, ada empat novel yang dikenal luas sebagai mahakarya sastra klasik Tiongkok, yaitu Journey to the West, Outlaws of the Marsh, Romance of the Three Kingdoms, dan Dream of the Red Chamber Were Written During the Ming and Qing Dynasties. Keempat karya besar itulah yang telah menjadi akar kelahiran banyaknya jenis karya seni di Tiongkok.

Di samping menjunjung tinggi karya novel, budaya Tiongkok juga menjadikan karya puisi sebagai salah satu genre utama dalam kancah sastra. Menurut website resmi Columbia University, lagu-lagu rakyat pada masa Dinasti Han menjadi awal terbentuknya puisi yang digemari masyarakat Tiongkok. Puisi-puisi tersebut mendominasi selera publik Tiongkok hingga 1.200 tahun berikutnya.

Masih dari sumber yang sama, salah satu genre sastra Tiongkok lainnya adalah drama. Puncak berkembangnya drama elit terjadi pada masa Dinasti Yuan, di mana kaum intelektual beralih ke komposisi drama untuk memanfaatkan pengetahuan mereka secara produktif dan, secara diam-diam, mengkritik pemerintah asing (para penjajah dari Mongol). Kemudian, selama abad-abad berikutnya, drama cenderung mempunyai durasi yang lebih panjang, dan opera akhirnya mendominasi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By PPI TV

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *