Ahmad Ali Ibrahim, Mahasiswa Penerima Beasiswa Al-Azhar Kementerian Agama (Kemenag) RI 2019 mengatakan bahwa sebelum memutuskan untuk mengikuti seleksi kuliah di Al-Azhar, Mesir, ada baiknya mengetahui tujuannya. Hal ini ia sampaikan dalam Ngobrol Asyik Seputar Beasiswa Mesir yang diadakan oleh PPI TV Academy pada Sabtu (4/12).
Menurut Ahmad, penting mengetahui tujuan terlebih dahulu sebelum mengikuti seleksi kuliah ke Al-Azhar. Ketika niat awal kita kurang bagus, maka akan berdampak pada proses berikutnya. Misalnya, ketika sudah tercapai, malah tidak serius belajarnya.
“Seperti ada beberapa teman, tujuannya ingin mengetes kemampuannya dalam pemahaman seputar bahasa Arab di pendidikan sebelumnya. Ada juga teman-teman yang ikut-ikutan melihat temannya ikut seleksi,” ujarnya.
Selain itu, Ahmad menuturkan bahwa perilaku seperti ini dapat menghalangi kesempatan bagi peserta yang benar-benar mampu dan menginginkan untuk melanjutkan pendidikannya di Mesir.

Ahmad menyebutkan tiga jalur yang dapat digunakan untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Mesir, yaitu jalur Kemenag RI, jalur PBNU, dan jalur Kedutaan Besar (Kedubes) Mesir untuk Indonesia.
“Seleksi jalur Kemenag pelaksanaannya di antara bulan Mei hingga Juni melihat dari tahun-tahun sebelumnya,” jelas Ahmad.
Jalur Kemenag memiliki kuota beasiswa sebanyak 20 orang dan reguler sebanyak 1000-1500 orang. Awardee jalur Kemenag reguler hanya mendapatkan biaya kuliah saja, sedangkan jalur beasiswa akan mendapatkan beasiswa penuh mulai dari biaya kuliah, uang saku, uang pendidikan, dan berbagai fasilitas lainnya.
Sementara itu, jalur seleksi PBNU dilaksanakan antara bulan April sampai Juni dengan kuota sebanyak 30 orang. Sedangkan untuk jalur Kedubes Mesir, pelaksanaannya tidak menentu alias tidak ada rentang waktu pasti. Adapun jalur Kedubes Mesir memberikan kuota sebanyak 20 orang.
Reporter: Muhammad Irfan Habibi
Editor: Adi Suwarno
