Halo, Piders! Piders pernah tidak mendengar kata “journaling” atau apakah Piders sedang melakukan itu? Hmm, apa sih journaling itu?
Journaling atau disebut juga catatan harian merupakan kegiatan menuangkan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan maupun gambar. Sederhananya, journaling itu sama seperti menulis diary. Apa saja bisa kita ungkapkan lho Piders, dari mulai keseharian kita, cerita tentang perasaan kita, atau bahkan menulis target planner atau goals yang ingin kita capai. Kegiatan journaling ini bisa dilakukan melalui buku (manual journaling) ataupun media digital (digital journaling), seperti ponsel, laptop, atau komputer tergantung kebutuhan masing-masing.
Dilansir dari laman CNN Indonesia menjelaskan bahwa journaling tidak hanya sekadar menulis catatan harian, lebih dari itu, journaling mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan mental. Sebuah studi menunjukkan aktivitas journaling secara rutin dapat meningkatkan kesehatan mental. Journaling juga banyak digunakan sebagai metode terapi psikologis. Nah, Piders, berikut ini manfaat journaling bagi kesehatan mental!
Pertama, membebaskan diri dari overthinking. Berpikir berlebihan atau overthinking sering membuat kita stres dan sulit fokus. Manfaat journaling lainnya pun berkaitan dengan kondisi ini, seperti dengan menuliskan perasaan emosional dapat membantu kita untuk membebaskan diri dari lingkaran pemikiran obsesif dan merenungkan apa yang telah terjadi.
Kedua, menurunkan tingkat depresi, anxiety, dan emosi. Kecemasan berlebih tentunya bisa menyebabkan depresi, ini disebabkan oleh banyaknya tekanan atau emosi yang tidak tersampaikan. Journaling bisa menemani kita untuk ‘menuangkan’ segala sesuatu yang sedang kita rasakan, entah itu berupa curhat masalah percintaan, studi, atau hal-hal menjengkelkan tidak bisa kita utarakan.
Dalam sebuah studi, para peneliti menemukan bahwa mereka dengan berbagai kondisi medis dan kecemasan–yang menulis secara online (3 kali seminggu, selama periode 12 pekan)–mengalami peningkatan rasa bahagia dan penurunan gejala depresi. Kesejahteraan mental responden pun secara bertahap terus meningkat setelah melakukan journaling selama 12 pekan (dilansir dari laman haibunda.com).
Ketiga, mendorong keterbukaan. Menutup diri menjadi salah satu penyebab masalah mental. Oleh karena itu, journaling bisa menjadi ‘teman curhat alternatif’ dalam berbagi cerita. Kita bisa sesuka hati menulis apapun secara pribadi tentang peristiwa-peristiwa yang membuat kita stres atau cemas selama seharian ini . Dengan begitu, journaling dapat mendorong sebagian orang untuk menemukan dukungan sosial, yang pastinya membantu penyembuhan emosional.
Seorang psikoterapis dan ahli di bidang journaling, Maud Purcell, juga mengatakan bahwa kegiatan journaling melibatkan penerapan dari kedua belah otak secara sekaligus meskipun kita mengetahui bahwa keduanya memiliki peran berbeda–otak kiri cenderung rasional dan analitis akan sibuk berpikir, sedangkan otak kanan cenderung kreatif dan intuitif akan tetap aktif ‘berkelana’–sehingga dapat membantu menghilangkan hambatan mental.
Selain bermanfaat bagi kesehatan mental, journaling juga punya manfaat lain lho, Piders! Salah satunya, yaitu melatih kreativitas, mengenal lebih dalam diri sendiri, dan melatih kepekaan diri sendiri, serta mencintai diri sendiri (self-love). Tidak dipungkirkan lagi, Journaling dapat membantu kita merasa lebih damai, tenteram, dan lebih mudah untuk mensyukuri setiap hal yang terjadi dalam hidup kita.
Penulis : Rina Alfiana
Editor : Adi Suwarno
