0 0
Read Time:3 Minute, 37 Second

 

Perbincangan mengenai love language tengah ramai di kalangan anak muda. Banyak anak muda yang percaya bahwa love language menjadi salah satu acuan dalam hubungan. Karena dengan mengenali love language kita bisa saling mengerti atau memahami satu sama lain. Hal ini benar adanya. Tapi, sebelum kita berasumsi lebih dalam tentang love language, kita bahas sedikit dulu, yuk, Piders. Sebenarnya apa, sih, bahasa cinta atau love language itu? 

Love language atau bahasa cinta dikenalkan oleh Dr. Gary Chapman. Seorang penulis buku “Five Love Language” asal Amerika. Dr. Gary mengenalkan sebuah bahasa cinta yang dapat diaplikasikan ke berbagai jenis hubungan. Seperti hubungan romantis, keluarga, dan pertemanan. Dapat disimpulkan bahwa love language adalah cara bagi seseorang untuk mengekspresikan rasa cintanya kepada orang lain.

Nah, Dr. Gary membagi love language menjadi lima jenis. Yuk, kita simak!

  • Words of Affirmation

Words of Affirmation adalah suatu ungkapan bahasa cinta melalui suatu pujian. Seperti “Wah, kamu luar biasa” atau “Kamu cantik sekali hari ini” dan lainnya. Biasanya tipikal bahasa cinta seperti ini menjadi support bagi seseorang dalam menjalani suatu hal. Karena hal tersebut mampu menjadi dorongan atau seseorang merasa diapresiasi.

  • Quality Time

Quality Time merupakan bahasa cinta di mana seseorang memberi/meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu, berbicara, dan lainnya. Dikutip dari Wikipedia, waktu berkualitas adalah ekspresi yang mengacu pada bagaimana seseorang secara proaktif berinteraksi dengan orang lain saat mereka bersama, terlepas dari durasinya. Nah, orang yang memiliki love language Quality Time, cenderung menyukai mengerjakan sesuatu bersama pasangan, keluarga, atau temannya.

  • Receiving Gifts

Receiving Gifts merupakan bahasa cinta yang diwakilkan dengan hadiah yang menjadi simbol dalam mengungkapkan kasih sayang. Mereka cenderung menyukai dan merasa dicintai ketika pasangan, sahabat atau keluarga memberi mereka kejutan hadiah. Mereka menilai bukan dari mahal atau tidaknya kado tersebut, namun dari keikhlasan dalam memberikannya yang menjadikan bahasa cinta terhadap mereka.

  • Acts of Service

Acts of Service adalah bahasa cinta yang ditunjukan melalui tindakan nyata. Seperti kamu memberikan bantuan, mengantarkan pasangan kembali ke rumah, dan lainnya. Orang-orang yang memiliki bahasa cinta Acts of Service cenderung tidak terlalu memedulikan kata-kata. Mereka cenderung lebih percaya dengan tindakan dibanding perkataan. Dengan tindakan mereka merasa lebih dihargai dan dicintai.

  • Physical Touch

Physical Touch adalah bahasa cinta yang diekspresikan melalui sentuhan. Seperti dipeluk, tangan yang digenggam, dan lainnya. Seseorang yang memiliki bahasa cinta seperti ini cenderung lebih merasa aman dan nyaman jika dipeluk ketika sedih, tangan digenggam ketika rapuh, dan lainnya.

 

Nah, itu dia, Piders, sedikit ulasan tentang love language. Tentunya setiap kita memiliki love language yang berbeda-beda. Jadi, kita harus saling memahami.. Anyway, kamu tipe yang mana?

Oh iya, ada tambahan yang gak kalah penting. Love language ini tidak hanya untuk sebuah hubungan dengan individu lain, tetapi juga harus diterapkan kepada diri sendiri. Ada waktunya kita memahami orang lain, namun bukan berarti kita mengabaikan diri kita sendiri. Bahasa cinta yang positif untuk diri kita, akan membantu kita mewarnai hari-hari kita, lho, Piders.

Memang cukup sulit untuk melakukannya pada diri sendiri, tapi kita coba bareng-bareng, yuk, Piders. Hal pertama, berikan kalimat afirmasi positif. Seperti memuji dirimu, “Kamu cantik ya hari ini” atau menyemangati diri, “Gapapa, besok coba lagi, yuk”, dan banyak lainnya. Intinya, berikan kalimat positif ya, Piders. Jangan insecure dengan kecantikan atau kelebihan orang lain, karena kita semua luar biasa. Ketika kamu gagal, yuk support dirimu dengan berikan kalimat afirmasi positif.

Kemudian, lakukan self love melalui hal-hal yang kamu sukai. Terkadang ketika kita lelah, sedih, atau punya waktu luang, coba berikan ruang untuk kamu melakukan hal-hal yang kamu sukai. Dengan demikian kamu memberikan kesempatan untuk dirimu kembali pulih.

Lalu yang tidak kalah penting adalah “Quality time with self”. Berikan waktu luang untuk dirimu sendiri. Seperti kamu menenangkan diri dan bercengkrama dengan dirimu sendiri, agar kamu merasa jauh lebih didengar, mengenali dirimu lebih jauh, dan memahami kebutuhan dan kemauanmu. Sehingga, kamu bisa melakukan sesuatu dengan fisik dan hatimu. Karena kamu telah berproses untuk mengenali dirimu melalui waktu dan kesempatan yang kamu luangkan untuk dirimu sendiri. Terkadang ada beberapa hal yang bisa kita selesaikan dan merasa jauh lebih lega ketika kita memberikan space atau ruang untuk diri kita sendiri

Benar, menerapkan hal-hal tersebut tidak semudah kita membaca tulisan ini. Tapi,, kita tidak akan pernah tau sebelum kita mencoba. Jangan lupa masukkan ke “To Do List” kamu, yah. And let’s do it together, to love yourself with your love language.

 

Penulis : Nia Rezky Mardhatillah

Editor : Fathimah Azzahra

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By PPI TV

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *