Awal Juni 2022, muncul wacana biaya masuk sebesar Rp750.000 bagi wisatawan yang hendak menaiki Candi Borobudur. Hal tersebut ditujukan guna membatasi wisatawan dan mencegah kerusakan yang dapat terjadi terhadap bangunan candi.
Berdasarkan studi berjudul Physical Carrying Capacity Candi Borobudur, bangunan Candi Borobudur idealnya bisa dinaiki oleh maksimal 1.391 orang dalam waktu yang bersamaan dan maksimal hanya 128 orang jika kondisinya dalam pemulihan. Namun pada kenyataannya, jumlah pengunjung sangat tidak sesuai dengan rekomendasi. Rata-rata pengunjung Candi Borobudur berkisar antara 6 ribu hingga 11 ribu per hari.
Piders, kita perlu merawat berbagai situs cagar budaya maupun benda bersejarah, apa pun itu bentuknya, baik bangunan, arca, prasasti, dan sebagainya. Lantas, apa yang perlu kita lakukan ketika berkunjung ke situs-situs sejarah dan cagar budaya?
Pertama, tidak melakukan vandalisme. Melakukan vandalisme, seperti mencoret-coret bangunan candi dapat merusak batuan candi. Bahkan, dengan memegangnya saja dapat membuat kerusakan pada batuan karena adanya suatu zat yang kita bawa, misalnya keringat.
Kedua, mematuhi aturan yang berlaku. Beberapa tempat dapat dijumpai aturan untuk tidak menaiki, memasuki, bersandar atau duduk di bagian bangunan tertentu. Hal ini dapat disebabkan oleh bagian bangunan tersebut memiliki kondisi yang sudah rapuh dan rentan rusak.
Ketiga, menjaga etika. Berkunjung ke situs bersejarah bisa jadi hal yang menarik. Kita dapat berekreasi dan juga belajar dari sejarah situs tersebut. Mungkin saja ketika kita berkunjung bukan hanya kita dan rombongan kita, tetapi juga ada orang lain yang menikmati.
Selain itu, bangunan bersejarah bangunan ibadah seperti candi, masjid, gereja, dan sebagainya, beberapa masih aktif digunakan untuk melaksanakan ibadah. Oleh karena itu, kita perlu menghormati dan tidak mengganggu prosesi ibadah. Tak hanya itu, kita perlu memperhatikan pakaian yang kita pakai, dan mematikan pakaian tersebut memang pantas dikenakan ketika berkunjung ke situs bersejarah bangunan ibadah.
Keempat, menjaga kebersihan. Menjaga kebersihan juga bagian dari kenyamanan dalam menikmati dan mempelajari situs bersejarah. Selain itu, menjaga kebersihan juga bisa membantu mengurangi kerusakan pada situs bersejarah. Hal ini seperti tidak membuang permen karet sembarangan, membuang sampah di tempatnya, dan sebagainya.
Jadi, bagaimana Piders? Masih tertarik ‘kan mengunjungi situs bersejarah? Yuk jaga situs cagar budaya agar sejarah tidak hanya tinggal kenangan.
Penulis: Muhammad Irfan Habibi
Editor: Adi Suwarno
