0 0
Read Time:3 Minute, 0 Second

Dalam beberapa tahun belakangan, Turki sebagai negara dua benua menjadi salah satu tujuan pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikannya. Bertambahnya jumlah pelajar Indonesia di negeri ini juga cukup mengejutkan. Tak heran, pemerintah Turki sendiri memang memiliki target tentu untuk meraup pelajar asing ke dalam negaranya. Pelajar asing yang datang ke Turki, terlebih yang beragama Islam, bisa dengan mudah beradaptasi karena beberapa alasan tertentu, salah satunya lebih mudah bagi pelajar muslim untuk beradaptasi di Turki daripada negara Eropa lain. Alasan utamanya adalah mudahnya menemukan masjid sebagai tempat ibadah dan mudahnya mencari makanan halal. Maka dari itu, Hisyam berusaha menjabarkan beberapa tips mengelola waktu untuk sholat dan kuliah agar bisa menyeimbangkannya.

Pertama: Ketahui waktu sholat

Perlu kamu ketahui, waktu sholat di Turki atau negara empat musim lainnya berbeda-beda tergantung musimnya. Hal yang sangat kontras dibanding dengan di Indonesia. Di Indonesia, mungkin kamu terbiasa salat Zuhur sekitar pukul 12.00, sholat Asar sekitar pukul 15.30, dst. Berbeda dengan Turki. Di musim dingin, azan salat Zuhur berkumandang sekitar pukul 13.00 dan sholat ashar sekitar pukul 15.00. Berbeda dengan hari-hari mendekati musim panas. Azan sholat Zuhur baru akan berkumandang pukul 13.20 dan sholat Asar sekitar pukul 17.00. Makanya, sangat penting untuk mengetahui waktu sholat di setiap musimnya. Setelah itu, kamu baru bisa dengan mudah mengatur waktu sholat ketika sedang kuliah. Sangat disarankan juntuk memakai aplikasi jadwal waktu sholat di ponsel karena akan sangat membantu.

Kedua: Ketahui pasti lokasi masjid atau musala di sekitar kampus

Tidak setiap gedung di kampus memiliki tempat untuk beribadah. Misalkan kampus fakultas A memiliki 3 gedung, biasanya hanya satu gedung di antaranya yang terdapat tempat ibadah. Penting untuk mengetahui lokasi masjid atau musala agar mempermudah mobilisasi kamu saat sedang berkuliah.

Ketiga: Jaga pergaulan

Di mana pun berada, sebenarnya sangat penting untuk menjaga pergaulan. Namun, di Turki pergaulan sangat penting dalam melaksanakan ibadah. Cukup banyak pemuda-pemudi Turki yang sudah meninggalkan ibadah. Bukan berarti, kamu harus meninggalkan mereka yang tidak beribadah. Tapi, carilah teman yang bertoleransi kepada kamu ketika ingin beribadah. Biasanya bagi orang Turki, pertemanan adalah  segalanya. Ke mana mereka pergi, kamu sebagai teman harus ikut. Jangan sampai ketika mengikutinya, kamu jadi lupa beribadah.

Keempat: Kenali karakter dosen pengajar

Terlepas dari sikap dosen pengajar yang baik dalam mengajar, kamu harus paham betul bagaimana dosen memberi waktu istirahat. Selain itu bagaimana sikap dosen ketika ada mahasiswa yang keluar kelas di tengah pelajaran. Ada dosen yang memberi waktu istirahat 5 menit sekali setelah 55 menit mengajar. Tentu di sini, kamu harus memakai waktu itu untuk secepat mungkin ke tempat ibadah dan kembali lagi sebelum dosen memulai pelajaran kembali. Ada juga dosen yang langsung mengemas sekian jam pelajaran tanpa istirahat. Jika jam pelajarannya berakhir bersamaan dengan waktu sholat berakhir, usahakan keluar dari kelas sebelum waktu sholat berakhir makanya penting juga untuk mengetahui bagaimana dosen bersikap ketika mahasiswa keluar kelas di tengah jam pelajaran. Cukup jarang dosen yang tidak membiarkan mahasiswanya keluar di tengah jam pelajaran. Terlebih jika izin dan alasannya untuk sholat.

Terakhir: Jadikan sholat sebagai prioritas

Memang tujuan utama pelajar adalah untuk belajar. Namun, sebagai seorang muslim ada kewajiban yang harus diutamakan yaitu sholat. Dari yang Hisyam jabarkan di atas, memang ada kesulitan tersendiri untuk menjadikan ibadah lebih utama daripada belajar. Apalagi jika ada yang tidak toleransi memberikanmu waktu untuk ibadah dan dosen yang memiliki karakter keras. Tetapi jika memang dari kamu sudah ada niat untuk mengutamakan sholat maka akan terasa mudah.

Hisyam Azhari, mahasiswa S-1 Uludağ Üniversitesi jurusan Ekonomi Industri. Lulus dari kelas bahasa Turki sejak Mei 2018 selama 8 bulan.

Editor:  Arina Nur Hidayah (Editor & Blog Writer PPI TV 2019-2020)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By PPI TV

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *