“kuliah bukan hanya sekedar mengejar gelar, tapi tentang bagaimana kita ditempa untuk mengenal dan mengelola diri sendiri”.
Orang-orang sering menggambarkan kuliah sebagai fase yang paling seru dalam hidup, penuh dengan kebebasan, eksplorasi dan pengalaman baru. Akan tetapi realitanya, kuliah juga bisa menjadi salah satu fase yang menguras energi, terutama dalam hal ketika kita sudah diberi kepercayaan dan tanggung jawab.
Halo saya Nurul salah satu mahasiswi universitas yang ada di bandung, saya mengambil jurusan Pendidikan islam anak usia dini (PIAUD). Yang memiliki semangat penuh hingga perjalanan yang perlahan mengajarkan saya makna dari kata komitmen, waktu dan keseimbangan.
Awal mula : Dari mahasiswa biasa ke lingkar dalam akademik
Ketika pertama kali masuk kuliah, saya sama seperti mahasiswa pada umumnya mengenal teman baru, beradaptasi dengan hal baru, dan tentunya menikmati suasana bangkuu perkuliahan dan area kampus. Seiring dengan berjalannya waktu saya tertarik untuk ikut terlibat dalam kegiatan yang ada di jurusan.
Kesempatan itu datang ketika salah satu dosen mengajak saya untuk bergabung membantu persiapan akreditasi jurusan. ini merupakan pengalaman yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya akan tetapi semua mulai berubah ketika saya diberi kesempatan untuk bergabung dalam tim akreditasi jurusan. Ternyata proses akreditasi bukan hanya tugas dosen atau kepala program studi saja akan tetapi, bisa melibatkan mahasiswa dalam tim kerja yang sangat strategis.
Dari Menyusun dokumen, mengumpulkan data hingga satu ruangan dengan tim asesor saat visitasi. Disinilah saya menyadari bahwa kampus bukan hanya belajar teori tapi juga tempat kita dilatih untuk siap turun ke lapangan.
Dipercaya serta di uji : Bendahara, Panitia dan “ si serba bisa”
Setelah pengalaman akreditasi, teman teman mulai memberi saya banyak kepercayaan, salah satu bentuk terbesarnya adalah ketika saya dipercaya sebagai bendahara umum himpunan mahasiswa jurusan. Mengelola dana organisasi bukanlah satu hal yang mudah karena harus adanya dana yang transparan, disipilin dan menjelaskan setiap transaksi dalam hal sekecil apapun.
Di sisi lain, menjadi panitia merupakan sebuah kesempatan yang tidak akan bisa dilewati karna sejauh apapun kamu bersembunyi jika orang lain mempercayai kamu bisa ,kamu pasti akan tetap diberi kepercayaan. Menyusun teknis, memantau, memberi masukan, dan hal hal lainnya merupakan salah satu kegiatan yang membuat saya sadar dengan segala rencana yang harus disiapkan dengan matang.
Mungkin orang lain memandang saya sebagai orang yang selalu bisa, namun, saya rasa hal seperti membuat saya memikul ekspetasi yang berat. Apalagi jika harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab kuliah yang padat.
Tantangan terbesar : Menyesuaikan waktu dan menjaga diri
Sebagai mahasiswa PIAUD kegiatan kami bukan hanya di dalam kelas saja. Ada banyak praktik lapangan, observasi sekolah dan kreativitas dalam membuat media ajar, hingga laporan tugas yang harus dikumpulkan.
Di lain sisi, saya memiliki tanggung jawab organisasi dan kepercayaan dari banyak pihak. Waktu terasa seperti tidak pernah cukup atau berlalu begitu cepat. Seringkali pulang larut dari kegiatan kampus, menyelesaikan tugas dengan begadang, dan keesokan harinya melanjutkan aktivitas seperti pada umumnya.
Kehilangan arah, Lelah, sampai benar benar berada di titik bingung sebenarnya apa yang saya cari, dan apa yang harus saya fokuskan untuk di masa depan. Namun, disinilah saya bisa belajar bahwa mengatur waktu bukan hanya soal membuat jadwal, tapi juga harus mengatur energi, menetapkan prioritas dan belajar untuk berkata tidak.
Kuliah mengajarkan kita menjadi diri sendiri
Berkuliah mengajarkan saya lebih dari sekedar ilmu tentang dunia anak, saya belajar untuk bisa memahami diri, mengenal tanggung jawab, meupgrade skill, percaya diri, menemukan cara menjaga diri di tengah banyak nya tuntutan.
Saya belajar menjadi bisa di andalakan itu baik akan tetapi menjaga diri agar tidak terbakar habis juga tidak kalah penting. Tidak semua kesempatan bisa kita ambil dan tidak semua hal harus diselesaikan sendiri.
Terimakasih Bandung
Bandung kota yang jadi saksi kedewasaan saya , diantara tumpukan tugas, rapat oragnisasi, kegiatan kampus dan momen refleksi pribadi saya tumbuh. Tidak dengan sempurna akan tetapi, kuliah bukan soal siapa yang paling sibuk, tapi tentang bagaimana kita menjalaninya dengan penuh kesadaran dan hati, oleh karena itu aku bersyukur dengan segala pencapaian dan lika liku hidup.
Bagaimana dengan kamu ?
Apakah kamu juga merasakan Lelah karena terlalu banyak hal yang ingin kamu lakukan ? atau justru sedang belajar percaya diri menerima tanggung jawab itu?
Yuk, bagaimana dengan ceritamu? Siapa tau, kita bisa saling menemukan kekuatan di balik pengalaman yang berbeda. see you next time gais
