
Kepala Departemen Luar Negeri PPI Jerman periode 2019-2020, Desrina Awrelia (Awrel) saat ini masih menyelesaikan studinya di Jerman. Kali ini Awrel berbagi informasi terkait cara efektif dan cepat untuk mengembangkan kemampuan bahasa Jerman. Cara-cara ini juga cocok untuk persiapan ujian seperti Goethe Zertifikat B1 sesuai dengan GER (Gemeinsame Europäische Referenzrahmen).
Yuk, langsung simak hasil interview Kak Iffah Zehra (Desainer grafis, Kepala Redaksi PPI TV & Koordinator Website PPI TV 2019-2020) dengan Kak Awrel!
Pertama: Mulai membiasakan diri untuk membaca teks dalam bahasa Jerman

Hal terpenting ketika membaca adalah mengerti isi teks tersebut. Bila ada kosakata yang masih tidak kita ketahui, sebaiknya ditandakan atau dicatat kemudian lanjut membaca teksnya sampai habis. Jika memang sudah yakin bahwa kita telah mengerti isi dari teks tersebut, baru kita mencari tahu arti dari kata-kata yang sudah kita catat. Dengan demikian, arti kata tersebut akan menambah pengertian kita terhadap teks tersebut lebih dalam lagi. Selain itu, disarankan untuk membaca teks dengan tema yang kita tertarik karena akan membuat kita semangat dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
Kedua: Cari latihan mendengar di Internet

Di era digitalisasi atau Ära der Digitalisierung, banyak website di internet yang menyediakan soal latihan untuk mendengar. Soal latihan biasanya leibih banyak untuk pemula atau Anfänger karena masih strukturnya masih sederhana. Bentuk soal yang paling sering ditemukan adalah pilihan ganda dan melengkapi. Dengan banyak latihan mendengar, kita akan lebih mudah paham dan tidak guguk ketika dikonfrontasikan dengan orang Jerman sendiri. Walaupun Jerman terkenal dengan budaya tepat waktu, kereta pun bisa datang terlambat dan atau berganti peron. Biasanya hal-hal seperti ini akan diumumkan lewat loudspeaker di stasiun.
Ketiga: Belajar grammatik dengan menganalisa teks

Dari segi padagogik, ada dua cara untuk mengajarkan grammatik. Pertama adalah induktif dan kedua adalah deduktif. Para pengajar bahasa Jerman paham betul bahwa tidak semua murid tertarik dengan grammatik, maka dari itu mereka harus kreatif dalam mengajarkannya. Metode induktif adalah ketika „rumus“ dari Grammatik tersebut diajarkan sebelum mengerjakan soal dan metode deduktif adalah kebalikannya. Di dalam suatu teks terdapat banyak kalimat dengan grammatik yang berbeda yang bisa kita jadikan contoh. Ketika kita sudah memahami rumus itu tapi belum tahu bagaimana cara mengaplikasikannya, salah satu triknya adalah mencari rumus tersebut di suatu teks dan menganalisanya. Dengan cara ini, kita mengajari diri kita Grammatik secara deduktif. Ketika kita menemukan rumus lain yang kita belum pernah temui dalam teks tersebut, di sini kita mengajari diri kita sendiri secara induktif.
Contoh belajar secara deduktif adalah ketika kita mencari contoh kalimat dengan menggunakan Perfekt (vollendete Gegenwart) di dalam sebuah teks yang rumusnya sudah kita pelajari sebelumnya. Kita perlu visualisasi mengenai rumus grammatik tersebut agar bisa memahaminya lebih dalam lagi. Di sisi lain, ketika kita menemukan satu kalimat dengan struktur yang belum kita kenal dan mencari tahu sendiri mengenai penggunaan struktur tersebut, kita sedang mengajari diri kita secara induktif.
Keempat: Jangan pernah malu untuk berbicara

Tidak semua orang berkesempatan untuk bertemu dengan native speaker ketika mereka berada di Indonesia. Maka dari itu, ketika bertemu dengan salah satu orang Jerman yang terlihat sedang punya waktu, jangan malu untuk mengajak mereka small talk untuk mengasah kemampuan berbicaramu. Topik yang lumrah dalam small talk adalah cuaca. Kamu bisa tanya pendapat mereka tentang cuaca di Indonesia yang terik tapi lembap. Di sisi lain, jikalau kamu punya kesempatan untuk belajar bahasa Jerman secara formal, jangan malu untuk bicara bahasa Jerman dengan temanmu karena ini akan menguntungkan masing-masing pihak. Kita memiliki kesempatan untuk melengkapi satu sama lain dengan pengetahuan kita masing-masing. Contohnya dialog berikut ini:
A : „Wie spät ist es?“
B : „Es ist elf Uhr fünfundvierzig (11:45)“
C : „Oder man kann auch sagen viertel vor zwölf“
Di situasi ini, B bisa saja tidak tahu bahwa ada cara lain untuk membaca waktu. Akan lebih mudah sebagai pelajar untuk mengoreksi satu sama lain, karena intinya adalah sama-sama belajar dan bukan untuk menunjukkan siapa yang lebih hebat.
Terakhir: Tetap semangat dan termotivasi

Wo ein Wille ist, ist auch ein Weg adalah sebuah peribahasa atau Sprüchwort yang sering kita dengar. Mulailah dengan membaca teks bahasa Jerman dari topik yang kita senangi, misalnya politik atau ekonomi. Dengarlah lagu berbahasa Jerman dengan genre yang kita senangi, bisa dimulai dari Xavier Naidoo sampai Rammstein. Ingat kembali, apa tujuanmu belajar bahasa Jerman dari awal, dengan demikian kamu akan semakin tulus untuk menjalani proses belajar bahasa ini.
Jadi, itulah beberapa cara belajar efektif bahasa Jerman supaya kamu segera mewujudkan impianmu!
Was noch? Wir wünschen euch viel Glück in der Uni!
“Teman-teman yang akan menghadapi ujian bahasa di Goethe-Institut, tetap giat mengerjakan latihan. Belajar bahasa itu selayaknya mengerjakan soal matematika, ketika kita sudah mengerti rumusnya, maka semuanya akan menjadi lebih mudah. Übung macht den Meister!” -Desrina Awrelia, Kepala Departemen Luar Negeri PPI Jerman periode 2019-2020.
____
Narasumber:
- Desrina Awrelia, Kepala Departemen Luar Negeri PPI Jerman periode 2019-2020
* Tulisan yang disampaikan adalah hak cipta PPI Jerman & Redaksi PPI TV. Anda dilarang copy/paste tulisan yang ada di situs resmi PPI TV tanpa adanya izin.
