0 0
Read Time:2 Minute, 34 Second

Wakil Bendahara Umum PPI Jerman periode 2019-2020, Nicholas Tedjosantoso (Nicholas) saat ini masih menyelesaikan studinya di bidang enviromental engineering atau dalam bahasa Jerman disebut Umwelttechnik dengan pendalaman bidang tenaga boleh diperbaharui renewable energy atau dalam bahasa Jerman disebut Regenerative Energien di HAW Hamburg. Nah, kali ini Nicho berbagi informasi terkait beberapa fakta kuliah di Jerman berdasarkan pengalamannya.

Yuk, langsung simak hasil interview Kak Iffah Zehra (Desainer grafis, Kepala Redaksi PPI TV & Koordinator Website PPI TV 2019-2020) dengan Kak Nicho!

Pertama: Biaya persiapan ke jerman tidak murah

Salah satu dari syarat untuk mendapatkan visa adalah harus punya uang jaminan selama satu tahun yang besarnya kurang lebih 10.000 €. Selain itu persiapan bahasa dan dokumen yang diperlukan serta pengiriman dokumen ke jerman juga harus dipertimbangkan. Untuk calon pelajar yang ingin mendaftar untuk program S-1. Sayangnya, tidak banyak kemungkinan untuk mendapatkan bantuan finansial.

Kedua: „Living cost di Jerman mahal banget“

Ini salah satu statement yang sering Nicholas dapat kalo misalkan ngobrol sama teman teman di Indonesia. Di satu sisi statement ini memang jelas benar kalau misalkan living cost dalam euro semuanya diitung kembali jadi rupiah. Menurut Nicholas pribadi, living cost di Jerman itu fair karena kita harus melihat juga berapa pendapatan yang bisa didapatkan kalau udah kerja di sana. Kalau kita mengingat lagi bahwa gaji rata – rata fresh graduate bachelor di Jerman mencapai 2000€ netto, biaya hidup yang lebih mahal daripada di Indonesia itu tidak berlebihan. Dan misalkan dibandingkan dengan negara di eropa lainnya biaya hidup di jerman itu relatif murah.

Ketiga: Bayar semuanya sendiri di Jerman?

Setelah kalian mendapatkan tempat untuk studi di Universitas mahasiswa internasional diperbolehkan untuk bekerja part-time. Part-time tersebut dapat dilakukan untuk maksimal 120 hari dalam satu tahun. Itu berarti mahasiswa Indonesia boleh kerja setiap bulan selama kurang lebih 80 jam. Gaji minimal juga diatur oleh pemerintah, yaitu sebesar 9,19 € per jam. Berdasarkan pengalaman pribadi dan juga dari beberapa teman di sini, membiayai semua pengeluaran sendiri dengan kerja. Selain itu juga mungkin untuk dapat beasiswa di Jerman. Kriterianya juga sangat beragam dari nilai sampai dengan social engagement dan bisa didapat dari pemerintah ataupun institusi privat.

Keempat: Harus sepintar apa untuk bisa suskes di universitas jerman?

Berdasarkan pengalaman selama studium di jerman sampai sekarang, yang menetukan kesuksesan studi bukan cuma kepintaran tapi juga kemauan dan tekad. Selama ada kemauan selalu ada kesempatan. Terutama dengan segala sarana dan prasarana yang disediakan oleh pihak universitas dan dapat digunakan oleh semua pelajar tanpa biaya, yang akhirnya menetukan keberhasilan adalah bagaimana sikap dan karakter dalam menjalani proses perkuliahan. Karena itu sangat penting bahwa jurusan yang akan ditempuh sesuai dengan minat karena kecerdasan akademis semata tidak cukup.

Terakhir: Harus pintar bagi waktu!

Selain itu kemampuan untuk bagi waktu dan nentuin prioritas baik di universitas ataupun di kehidupan sehari – hari juga penting. Harus ingat, kalau pelajaran dalam bahasa asing itu ga mudah dan butuh waktu. Selain itu, mengingat kehidupan di jerman yang lumayan bebas dan juga jauh dari orang tua, jangan sampai lupa akan tujuan yang ingin dicapai.

___

Narasumber: Nicholas Tedjosantoso (Wakil Bendahara Umum PPI Jerman periode 2019-2020)

 

 

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By PPI TV

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *