
Halo Piders, apa kabar? Pada masa pandemi yang serba daring ini kita tidak bisa lepas dari internet sebagai sumber informasi. Piders yang sedang menempuh pendidikan pada masa ini pasti memanfaatkan internet untuk mencari informasi yang sedang terjadi di dunia sekitar, baik dunia pendidikan, dunia politik, maupun dunia kesehatan.
Selain ingin mengetahui apa yang terjadi di sekitar kita, Piders pasti juga menggunakan salah satu platform internet seperti media sosial. Media sosial sekarang ini menjadi tren di masyarakat sebagai media bersosialisasi pada masa pandemi. Masa pandemi yang mengurangi interaksi sosial menyebabkan manusia mencari alternatif lain agar tetap sehat mental, karena tidak adanya kebutuhan interaksi sosial yang terpenuhi. Maka dari itu, media sosial menyediakan berbagai konten untuk penggunanya.
Di Indonesia sendiri, media sosial seperti WhatsApp, Instagram, YouTube, TikTok, dan Facebook adalah yang paling banyak memiliki pengguna. Akan tetapi, Piders tahu enggak sih kalau media sosial kita itu berbeda dengan media sosial masyarakat Tiongkok? Padahal, negara lain seperti Amerika juga mempunyai media sosial yang sama seperti kita. Berikut adalah media sosial yang digunakan oleh masyarakat Tiongkok.
1. WeChat (微信)
WeChat adalah sebuah aplikasi yang mirip dengan WhatsApp. Aplikasi ini dibentuk oleh perusahaan Tencent Holdings Limited pada tahun 2011. WeChat dijuluki sebagai “Super App”, karena mempunyai berbagai fitur yang lengkap. WeChat dapat digunakan sebagai media pertukaran pesan seperti chatting, video or photo sharing, subscribe suatu majalah atau website, menjadi akun resmi kegiatan bisnis, dan lainnya. Fitur WeChat yang paling mengesankan ialah dapat menerjemahkan isi chat sesuai keinginan pengguna serta dapat digunakan sebagai alat pembayaran virtual. Aplikasi ini juga dapat melacak berita hoax yang langsung terhubung dengan pemerintah Tiongkok agar tidak mengganggu keamanan negara.
2. Weibo (微博)
Weibo adalah sebuah media sosial seperti Instagram yang diluncurkan pertama kali oleh perusahaan Sina Corporation pada tahun 2009. Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi microblogging di Tiongkok. Weibo banyak digunakan oleh perusahaan entertainment Tiongkok untuk mempromosikan para selebriti. Selebriti Tiongkok sangat eksis di platform ini. Selain Tiongkok, Korea Selatan juga menggunakan Weibo sebagai salah satu media sosialnya.
3. Youku (优酷)
Youku adalah media sosial mirip dengan YouTube yang menyediakan berbagai konten video untuk para penggunanya. Youku ditemukan oleh Victor Koo pada tahun 2003 di bawah perusahaan induk Alibaba Group. Youku merupakan salah satu platform media streaming video yang paling top di Tiongkok.
4. Douyin (抖音)
Douyin adalah media sosial asal Tiongkok yang berfokus pada video. Douyin didirikan oleh perusahaan ByteDance pada tahun 2016. Douyin atau yang dikenal dengan TikTok di Indonesia ini telah menjadi platform media sosial yang sangat terkenal dan mempunyai miliaran pengguna di seluruh dunia.
Douyin menyediakan konten video seperti dance, comedi, dan pendidikan. Douyin dan TikTok adalah media sosial yang sama, tetapi media sosial ini tetap mempunyai perbedaan. Perbedaan tersebut terdapat pada kelengkapan fitur aplikasi. Douyin di Tiongkok lebih seperti stream business media yang berfokus pada marketing produk suatu perusahaan e-commerce, yang dapat melakukan transaksi pembelian produk secara langsung sedangkan TikTok tidak bisa seperti itu.
5. Tencent QQ (腾讯 QQ)
QQ adalah sebuah media sosial yang dibentuk oleh perusahaan Shenzhen Tencent Computer System pada tahun 1999. Media sosial ini mirip dengan Facebook, tetapi QQ mempunyai lebih banyak fitur. Di dalam QQ pengguna bisa melakukan kegiatan chatting, mendengarkan musik, microblogging, translating, video conference, mengirim email, dan lainnya.
QQ seperti paket lengkap suatu media sosial dengan keamanan akun yang sangat ketat. Meski demikian, QQ juga mempunyai kekurangan, yakni akses akun yang terbatas apabila sedang berada di luar Tiongkok, tidak bisa menerjemahkan secara langsung isi chat, dan lainnya.
Walaupun di media sosial bisa bebas berpendapat, tetapi di Tiongkok memiliki peraturannya sendiri lho, Piders. Seluruh media sosial yang ada di Tiongkok langsung terhubung dan terintegrasi dengan otoritas Pemerintah Tiongkok di Beijing, hal itu akan dimanfaatkan pemerintah sebagai pengontrol perilaku masyarakat. Pemerintah Tiongkok memiliki akses penuh terhadap konten-konten sensitif yang dilarang ditayangkan di seluruh media sosial. Hal ini dilakukan agar keamanan dan stabilitas negara tetap terjaga.
Penulis : Sinta Anggraeni
Editor : Ita’ul Masruroh
