
Bagi sebagian orang, kuliah dengan mengikuti pelajaran di kelas saja tentu membosankan. Berangkat kuliah pagi-pagi sekali, menyelesaikan banyak makalah, begitu juga deadline presentasi tugas yang sangat melelahkan. Beberapa orang menikmati kegiatan yang itu-itu saja, tapi beberapa orang lainnya menyukai kegiatan yang lebih beragam untuk mengisi masa-masa kuliah mereka.
Ada banyak kegiatan sampingan yang dilakukan para mahasiswa untuk mengisi waktu mereka, seperti bekerja sambil kuliah, mengikuti komunitas hobi, aktif dalam berbagai perlombaan, ikut di beberapa organisasi sampai memberanikan diri untuk mencoba kegiatan magang atau internship. Motivasi mereka dalam melakukan kegiatan di luar pembelajaran kuliah sangatlah beragam. Ada yang melakukannya karena hobi, ada yang melakukannya karena kewajiban, juga ada yang melakukannya karena ingin memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri mereka.
Pada masa pandemi virus corona yang sudah lebih dari satu setengah tahun melanda Indonesia ini, perkuliahan masih dilakukan dalam jaringan atau daring. Selain itu, kita juga menjumpai banyak organisasi atau komunitas dan startup yang juga masih bergerak secara online.
Meski demikian, situasi saat ini tetap dapat memberikan peluang kepada para mahasiswa yang menyukai kegiatan di luar perkuliahan, untuk bergabung dan mengembangkan minat juga bakat mereka pada bidang-bidang yang ditawarkan. Namun, seringkali para mahasiswa kebingungan ketika mempertimbangkan kegiatan apa yang seharusnya mereka pilih, antara mengikuti organisasi atau mengikuti kegiatan magang, ya?
Nah, berikut ini tips jitu untuk mengatasi dilema itu.
Sesuaikan dengan Kebutuhan
Kebutuhan setiap orang pasti berbeda, ada yang butuh untuk mengembangkan public speaking-nya, kemampuan bekerja dalam team, butuh pengalaman kerja untuk menunjang aktivitas yang lain, atau alasan yang lainnya. Meski begitu, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenali dahulu tentang apa yang Piders butuhkan.
Piders dapat mencatatnya di buku atau cukup mengingat tentang apa-apa saja yang sekiranya harus dipenuhi untuk mengembangkan potensi diri. Jikalau Piders merasa ingin mengembangkan skills yang sepertinya dapat diperoleh dengan mengikuti organisasi, maka mengikuti organisasi akan menjadi solusi terbaik. Begitu pula sebaliknya, jika Piders sedang mencari lingkungan profesional, maka pengalaman magang tentu akan sangat berguna. Jadi, jangan sampai salah langkah ya! Mulailah dari mengenali kebutuhan pribadimu dahulu!
Perhatikan Aktivitas Kamu yang Lain
Menjadi produktif itu baik, tapi bukan berarti Piders menjadi terlalu sibuk sampai lupa makan dan tidur. Sebelum memilih kegiatan apa yang akan diikuti, ada baiknya Piders mempertimbangkan beberapa hal seperti workload di kegiatan baru nanti seperti apa, penyesuaian dengan kegiatan yang telah diambil akan bagaimana, dan lain-lain.
Jika sekiranya kebutuhan yang ingin Piders dapatkan sudah ada pada kegiatan saat ini, maka alangkah baiknya memaksimalkan diri pada kegiatan yang telah Piders jalankan. Jangan sampai menumpuk kegiatan untuk diikuti, tapi justru tidak dapat maksimal dalam pelaksanaannya.
Sebagai contoh, Piders ingin mengembangkan kemampuan bernegosiasi, kemudian Piders berkeinginan untuk mengikuti organisasi yang salah satu job desk-nya adalah bernegosiasi dengan media partner, padahal Piders sedang magang menjadi salah satu staf yang bertugas menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan lain untuk bekerja sama. Nah, bukankah sebenarnya skill yang Piders ingin dapatkan di organisasi sudah Piders peroleh di tempat magang?
Piders hanya perlu memaksimalkan pekerjaan di tempat magang Piders untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Jadi, penting sekali mempertimbangkan berdasarkan kegiatan-kegiatan yang sedang dijalankan saat ini.
Yup, itu dia dua tips untuk atasi dilema antara organisasi atau magang yang bisa Piders jadikan sebagai acuan. Semoga bermanfaat dan semangat meng-upgrade diri, ya, Piders!
Penulis : Nur Hamamur Rizki R.
Editor : Ita’ul Masruroh
