
Belajar daring seperti ini masih pada ambis nggak nih, Piders? Nampaknya adaptasi pembelajaran daring yang hampir dua tahun ini cukup menurunkan produktivitas, ya. Meski demikian, banyak pelajar yang malah semakin aktif berkegiatan karena budaya online memberi kesempatan kita untuk mengikuti banyak kegiatan.
Oleh karenanya, istilah anak “ambis” tak lagi menjadi istilah yang asing, baik ambis dalam akademik maupun non-akademik. Eits, meski demikian, terdapat tujuh kesalahan anak ambis dalam akademik yang sering tidak disadari loh, Piders! Yuk simak agar kamu tidak melakukan salah satunya.
1.Tidak Menguasai Konsep Dasar
Konsep dasar materi adalah hal terpenting dalam suatu pembelajaran. Materi yang menjadi konsep dasar inilah yang biasanya diberikan pada awal masa belajar. Namun, si anak ambis terkadang melupakan hal ini.
Mereka cenderung fokus mengejar materi apa yang harus ia pelajari, tetapi lupa akan konsep dasar materi tersebut. Oleh karenanya, sangat penting untuk menguasai konsep dasar setiap materi yang kita pelajari.
2. Terlalu Banyak Hafalan, tetapi Tidak Paham Hubungan Antarmateri
Sering lupa setelah menyetorkan hafalan? Nah, tandanya kamu hanya ingin menggugurkan kewajiban menghafal saja tanpa mau memahami materi yang dipelajari. Biasanya anak ambis memang menguasai materi, tetapi kesalahan mereka adalah hanya menghafal.
Alhasil, sangat penting untuk mempelajari keterkaitan antarmateri agar proses hafalan Piders tidak hanya untuk menggugurkan kewajiban, tetapi mampu menceritakan alur atau proses dari materi tersebut.
3. Ambis tetapi Suka Pamer ke Orang
Pernah mengamati teman di media sosial yang sering memposting kegiatan belajarnya? Tentu jenis postingan tersebut memang tergantung niatnya. Jika niatnya untuk memotivasi orang lain, tentu hal tersebut menjadi baik. Namun, jika dilakukan hanya untuk pamer, hal inilah yang membuat anak ambis dipandang tidak baik.
Piders tentu boleh memposting kegiatan belajar untuk memotivasi orang lain ataupun sekadar refreshing dengan bermain media sosial. Namun, perlu diingat bahwa ambis tidak harus pamer ke orang lain ya, Piders!
4. Ambis Hanya untuk Kejar Nilai
Kesalahan ini sangat banyak dilakukan oleh para anak ambis. Biasanya mereka hanya ingin memenuhi standar nilai yang ditetapkan. Namun, anak ambis jenis ini tidak terlalu memperhatikan pemahaman materi. Sangat disayangkan jika usaha yang kita lakukan hanya untuk mendapatkan nilai. Padahal sejatinya proses belajar sangat penting untuk meningkatkan pemahaman.
5. Tidak Menjaga Semangat
Piders pernah mengalami kondisi hanya semangat di awal tetapi baru sebulan kemudian tidak semangat lagi? Haduh, ini juga termasuk kesalahan anak ambis. Ada satu kalimat motivasi dari seorang anonim yang isinya, “Orang yang sukses bukanlah orang yang selalu termotivasi, melainkan orang yang sukses adalah mereka yang mampu mempertahankan motivasi”.
Mempertahankan motivasi akan membuatmu selalu terpicu dengan tujuan awal. Tentu di akhir pun kamu selalu ingin mendapat hasil sesuai tujuan awalmu, bukan?
6. Sering Lupa Jaga Kesehatan
Tak jarang banyak anak ambis yang kemudian sakit. Hal ini disebabkan oleh mereka yang terlalu ambis hingga lupa waktu, termasuk waktu untuk makan. Padahal, setiap orang pasti paham bahwa kesehatan adalah hal yang utama.
Untuk itu, kalau Piders sedang ambis terhadap sesuatu, jangan lupa terus menjaga kesehatan agar performa kamu juga tetap optimal. Sebab kondisi sakit justru dapat menghambat kinerjamu.
7. Tidak Paham Work Life Balance
Siapa bilang anak ambis tidak pernah istirahat? Nampaknya kalimat tersebut memang sering diabaikan oleh mereka yang sedang ambis dalam mengejar sesuatu. Ambis yang mengarah pada produktif tentu akan tetap mempertahankan work life balance.
Berbeda halnya dengan ambis yang hanya sibuk. Biasanya tipe orang tersebut cenderung bekerja terus-menerus dan mengesampingkan waktu istirahat. Ini yang harus dihindari ya, Piders!
Nah itulah tujuh kesalahan anak ambis yang seharusnya kamu hindari. Ambis itu sangat boleh, asalkan kamu tetap memperhatikan dirimu. Misalnya dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental, self love, me-time, dan sebagainya. Ingat bahwa dirimu sangat berharga, Piders!
Penulis : Ira Gusmiarti
Editor : Fathimah Azzahra
