
Seperti daerah-daerah kebanyakan di Sumatera Barat, Kabupaten 50 Kota juga memiliki pemandian alami yang sangat tersohor. Batang Tabik namanya. Wisatawan seringkali salah menyangka bahwa pemandian alami ini terletak di Kota Payakumbuh. Padahal, sebenarnya Batang Tabik terletak di Nagari Sungai Kamuyang, Kabupaten 50 Kota. Kesalahan persepsi soal lokasi Batang Tabik ini disebabkan karena gerbang masuk ke pemandian terletak tidak jauh dari tugu perbatasan antara Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota.
Nama Batang Tabik ini berasal dari sumber airnya loh, Piders. Kata “tabik” dalam bahasa Minang, berarti “terbit”. Air yang terbit dari mata air dalam tanah ini kemudian dibendung sehingga menjadi kolam dan dinamakan Batang Tabik.
Konon, air di Batang Tabik berasal dari Danau Singkarak yang notabenenya berlokasi cukup jauh dari Batang Tabik.
Piders dapat mengunjungi Batang Tabik setiap hari dengan mengendarai sepeda motor. Jarak dari pusat kota ke Batang Tabik sekitar 30 menit perjalanan. Tidak terlalu jauh, bukan?
Sesampainya di Batang Tabik, apabila Piders tidak berpandai-pandai, para penjual tiket masuk biasanya akan meminta biaya retribusi sebesar Rp .10.000,00 per -orang.
Bagi Piders yang memiliki keahlian tawar-menawar, hal ini bukan perkara sulit. Cukup katakan “Ndak 5000 do tu da? Awak biaso 5000 kasiko nyo da.” (Nggak 5000 ya, bang? Saya biasanya cuma bayar 5000 kalau ke sini.).
Biasanya penjual tiket akan mengalah dan menerima uang yang telah disodorkan.
Secara keseluruhan, ada tiga kolam yang berada di kawasan wisata Batang Tabik. Yaitu Kolam anak-anak, kolam dewasa, dan kolam ibu.
Uniknya, kolam yang diberi nama kolam ibu kebanyakan malah berisi anak-anak muda yang bergerombolan. Kolam ibu terletak di bagian paling belakang kawasan Batang Tabik, bersebelahan dengan pohon mahoni besar yang konon sudah berusia ratusan tahun. Untuk masuk ke kolam ibu, pengunjung dapat melalui pintu masuk yang hanya cukup untuk satu orang. Sehingga, di pintu masuk, kerap terlihat pengunjung yang mengantre dan berjalan membentuk barisan untuk masuk ke area kolam ibu.
Berbeda dengan dua kolam lainnya yang berlantai keramik, kolam ibu masih berlantaikan bebatuan alami.
Air yang jernih membuat lantai kolam yang dipenuhi batu-batu alam dan lumut terlihat jelas. Uniknya lagi, ada batang kayu besar yang terdapat di dasar kolam ibu. Biasanya pengunjung banyak yang berdiri di atas batang kayu ini agar tidak terlalu terbenam ke dalam air. Batang kayu ini juga dapat berpindah-pindah lokasi setiap saatnya. Bisa jadi di pagi hari ia terletak di dekat pintu masuk kolam ibu, siang harinya ia terletak di tengah kolam.
Hal ini bukan karena pengaruh mistis. Batang kayu ini berpindah tak lain dan tak bukan karena ada pengunjung kolam ibu yang iseng mengangkatnya bersama-sama dari dalam air.
Jika kita berenang di Batang Tabik, jangan heran ya Piders dengan banyaknya ikan yang berenang bebas di kolam ibu. Konon, ikan-ikan ini adalah ikan larangan yang tidak boleh ditangkap.
Air di Batang Tabik terkenal sangat jernih dan dingin. Kalau Piders berkunjung di pagi hari, air yang dingin dan segar akan sukses membuat Piders ‘terbangun’.
Seusai mandi, jangan langsung pulang ya, Piders. Udara yang dingin akan sangat pas dipadukan dengan mi rebus dan telur. Selain mi, pedagang makanan di Batang Tabik juga menjual makanan lain. Seperti karupuak kuah (kerupuk yang diberi mi dan disiram kuah khusus), aneka gorengan, teh manis, kopi, dan lain sebagainya.
Fasilitas di Batang Tabik terbilang lengkap nih, Piders. Ada musala, puluhan kedai makanan, dan ada pula puluhan kamar ganti.
Sensasi mandi berenang dari mata air alami di Batang Tabik akan menjadi hal yang Ppiders rindukan nantinya.
Jadi, udah tau kan mau ke mana liburan semester besok?
Penulis : Amelia Ratih Amanda
Editor : Fathimah Azzahra
