
Hidup berdampingan dengan berbagai karakter manusia di bumi ini bukanlah hal yang mudah. Kita tidak bisa hidup untuk dicintai oleh semua orang. Namun, perlu dipahami bahwa mereka yang mencintai kita akan terus melakukannya dan mereka yang membenci kita akan tetap pada posisinya.
Kekhilafan akan hal ini menyebabkan banyak dari kita berusaha terus menerus ‘tuk tampil beda. Namun, bukannya berbeda menjadi versi yang lebih baik, malah mencoba tampil beda menjadi orang lain. Padahal, hal ini tidaklah baik dan merupakan salah satu bentuk toxic relationship. Di mana kita tidak hanya memanipulasi orang lain, melainkan juga sedang memaksa dan membohongi diri sendiri.
Sebenarnya, tidak ada salahnya kita berubah kepada versi yang lebih baik dalam diri kita. Namun, alangkah baiknya jika kita menghargai diri terlebih dahulu sebelum kita belajar untuk memahami dan menghargai orang lain. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang tidak menyukai bahkan tidak peduli dengan dirinya. Perasaan tidak suka atau emosi kebencian itu akan mengakibatkan masalah apabila ditujukan kepada diri sendiri. Hal ini dikenal dengan sebutan self-loathing atau self-hate.
Seseorang dapat merasa tak berguna, gagal, tak berharga, atau bahkan merasa tak diinginkan. Emosi-emosi negatif tersebut merupakan indikasi seseorang membenci dirinya sendiri. Kebencian itu dapat berakibat buruk pada mental pribadinya. Akibatnya, kepercayaan dirinya menurun, sedih berkepanjangan, cemas, bahkan dapat berujung depresi.
Berusaha menjadi lebih baik itu baik. Namun, tidak benar untuk berusaha menjadi orang lain atau apa yang orang lain inginkan. Sebab, pada hakikatnya kita diciptakan untuk mencari dan menciptakan kebahagiaan, bukan menjadi apa yang orang lain ekspektasikan. Maka dari itu, kita dapat melihat bahwa ketika kita mencoba menjadi orang lain, ekspetasi-ekspetasi tinggi akan muncul bersamanya. Akibatnya, muncul dampak-dampak negative dari ekpetasi yang berlebihan itu yang bahkan mampu berujung depresi atau menyakiti diri sendiri (self harm).
Kepribadian yang tidak sehat akan berefek kurang baik pada lingkungan sekitar kita dan aktivitas yang kita lakukan. Oleh karena itu, kita perlu mengenal diri kita untuk membentuk kepribadian yang sehat, agar kita bisa dan mampu menghargai diri sendiri sebelum menghargai orang lain.
Berikut ini ada lima poin penting yang perlu Piders pahami untuk mencintai diri sendiri dan menjauhi sikap self-hate, di antaranya:
- Mampu menilai diri sendiri secara realisitis. Kita harus bisa menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangan kita, baik secara fisik, pengetahuan, keterampilan, dan sebagainya, serta dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang kita alami secara realistis dan tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.
- Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistis. Kita dapat menilai keberhasilan yang kita peroleh dan menyikapinya secara rasional, tidak menjadi sombong atau mengalami superiority complex apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau jika mengalami kegagalan, kita cukup bereaksi sewajarnya tidak sampai frustrasi.
- Mau berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sikap bersahabat dalam menjalin relasi dengan orang lain. Selain itu, berorientasi sosial juga dapat menjadi self healing yang mampu membantu kita untuk lebih mengenal dan meningkatkan kualitas diri kita.
- Bersifat respek, empati terhadap orang lain, peduli terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungan dan fleksibel dalam berfikir, menghargai, dan menilai orang lain seperti dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan diri dimanfaatkan untuk menjadi korban oleh orang lain ataupun mengorbankan orang lain karena kekecewaan diri sendiri.
- Berbahagia, yakni situasi kehidupan yang diwarnai kebahagiaan yang didukung oleh faktor-faktor achievement (prestasi), acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang).
Nah Piders, maka dari itu berhentilah menyalahkan diri sendiri. Apapun kesalahan atau masalah yang kamu hadapi merupakan langkah awal untuk membendung dirimu menjadi versi yang lebih baik. Jangan sampai berbangga hati ketika mencapai kebenaran ataupun kesuksesan itu dan jangan menyalahkan diri sendiri ketika kamu salah atau gagal. Sebab, hal ini akan memengaruhi kesehatan mentalmu. Maka, berdamailah dengan dirimu sebelum kamu bertekad untuk berdamai dengan dunia karena ketika tiada yang mampu menghargaimu, maka dirimulah satu-satunya yang mampu menghargaimu dan membuktikan bahwa engkau tidak sendiri.
Selagi yang kau temukan dan ingin lakukan itu baik, maka lakukanlah. Jika tidak, maka tinggalkanlah. Sudah saatnya engkau berhenti menyakiti diri dengan menjadi berbagai versi untuk orang lain. Bahkan orang lain pun belum tentu ingin melakukan itu. Berhenti melakukan hal yang menyakitimu, berhenti mencari tahu hal yang menjatuhkanmu. Jangan takut atas kesalahan masa lalu, berdamailah dengan dirimu agar kau siap berdamai dan berdampingan dengan dunia.
Penulis: Nia Rezky Mardhatillah
Editor: Adi Suwarno
