Hallo Piders! pernah nggak sih dengar pepatah yang satu ini, “di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”? Pernah kan pastinya?
Namun, kita juga harus memahami bahwa tak jarang seseorang yang memiliki kondisi fisik yang bugar dan sehat belum tentu merepresentasikan kondisi jiwanya. Ini menandakan bahwa ada yang lebih penting daripada kesehatan tubuh nih Piders, yaitu kesehatan jiwa dan mental kita.
Seringkali kita bertanya pada diri sendiri ingin menjadi pribadi yang produktif dan terorganisir, tetapi tidak ada usaha nyata yang mendorong kita untuk menjadi pribadi tersebut. Nah, persoalan ini bisa kita coba atasi dengan melakukan self improvement untuk membangun semangat dalam memulai hari-hari kita.
Self improvement dalam artikel yang berjudul “How to Continually Improve Any Area of Your Life” dikutip dari jamesclear.com mendefinisikannya sebagai sebuah perbaikan dalam diri sendiri, baik itu dalam peningkatan pengetahuan, status, atau karakter seseorang dengan usahanya sendiri. Ini adalah upaya untuk menjadikan diri kita lebih baik dalam setiap aspek kehidupan.
Perbaikan diri ini hadir dan disadari semata-mata untuk mengubah pola kebiasaan kita. Ada banyak cara yang dapat meningkatkan self confidence kita. Salah satunya yaitu dengan mengucapkan kalimat-kalimat positif pada diri sendiri atau biasa disebut juga afirmasi. Kalimat afirmasi ini bisa dilakukan secara berulang. Ini memang tidak langsung memberikan efek seketika, tetapi tentunya akan membantu kita dalam menguatkan kembali kepercayaan diri terutama pada saat mengalami overthinking.
“Jika sulit bagi diri kita untuk berpikir positif, itu tidak lain karena pohon “positif” dalam pikiran kita jarang diberi makan, ketika perasaan iri dengki dominan dalam diri kita, itu bukan karena kejadian di luar atau orang lain yang menyebabkannya, semua adalah peran kita dalam memupuk kesuburannya”, begitulah kata Gobind Vashdev (2012) dalam bukunya yang berjudul Tubuh dan Pikiran Apa yang Anda Inginkan? – Happiness Inside.
Oleh karena itu, pohon-pohon positif dalam diri perlu dikuatkan kembali akarnya supaya bisa menghasilkan buah yang banyak dan enak rasanya. Perlu ekstra kerja keras lagi dalam menumbuhkan perubahan dalam hidup kita agar lebih berarti lagi. Meski demikian, tidak perlu berkecil hati. Semuanya bisa kita mulai dari hal-hal kecil yang bisa mendatangkan efek besar di kemudian hari, salah satunya seperti mengucapkan beberapa kalimat berikut ini.
- “Terima kasih, sudah mampu berjalan sejauh ini. Terima kasih sudah berani bertahan menjadi diri sendiri, terima kasih pada diriku yang sudah berupaya untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Terima kasih.”
- “Jadi, katakan pada dirimu sendiri tidak apa jika hari ini kamu banyak melakukan kesalahan. Kamu tidak akan pernah mencapai kesempurnaan karena kamu tidak diciptakan untuk sempurna, tetapi untuk menjadi nyata.”
- “Tidak mengapa sesekali kamu kembali pada apa yang disenangi atau kembali pada masa kecilmu, karena pendewasaan ini juga butuh keseimbangan.”
- “Jika perjalanan kita dilancarkan, itu berarti Tuhan ingin kita belajar bersyukur. Jika perjalanan kita sedang terhambat, itu berarti Tuhan ingin kita lebih belajar bersabar dan berbenah lagi. Sesederhana itu cara Tuhan mengingatkan manusia.”
- “Selama kamu tidak berhenti untuk berdoa, maka selama itu pula tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.”
Ringkasnya, kita perlu berterima kasih pada diri kita sendiri, bagaimanapun juga diri kita perlu diapresiasi setiap waktunya. Jangan risau jika kita melakukan kesalahan, pembelajaran ini memang dimulai dari sana arahnya, maka maafkanlah diri kita atas kesalahan yang pernah ada dan jangan pernah takut akan hal itu.
Ketika kita mulai bosan dan jenuh, maka saatnya kita mengambil napas sejenak untuk rehat sebelum memulainya kembali. Dengan cara apa yang kita sukai, semisal merefleksikan diri melalui rekaman memori kecil kita atau suatu hal yang kita gemari, agar mood kita juga membaik lagi.
Bersyukur, roda hidup ini terus berputar. Semua orang akan merasakan setiap putarannya. Ketika kita sedang berada di bawah, maka jangan larut dalam kekecewaan, teruslah berbenah mempersiapkan putaran selanjutnya. Perkuat dengan doa, maka selama itu tidak ada yang tidak mungkin untuk kita. Dengan begitu Piders, kita akan lebih merasakan bahwa hidup ini sungguh berarti walau hanya sebatas manusia biasa.
Penulis : Rina Alfiana
Editor : Ita’ul Masruroh
