Coba deh, berapa dari kita yang sering merasa tidak tenang, khawatir, dan cemas dengan pencapaian orang di sekitar kita?
Di era serbacepat ini, kita mudah sekali mencap diri kita tertinggal jauh dari orang-orang ya, Piders. Rasa-rasanya, semua orang berjalan serbacepat dan bersaing tanpa henti. Ketika kita look inside, ke dalam diri sendiri, terkadang d saat itu juga muncul rasa marah, takut, bahkan keinginan untuk menghakimi diri sendiri, “Kenapa sih, aku gak sehebat orang lain?”
Ternyata, untuk sekadar menikmati hidup masih banyak yang kesusahan ya, Piders.
Kalau Piders pernah atau sedang berada di fase ini, mungkin Piders perlu mengenal filosofi hidup “biasa aja”. Filosofi ini dipopulerkan oleh seorang filsuf asal Inggris sekaligus penulis buku best seller “Philosophy of Everyday Life”, Alain de Botton. Ia mempunyai pandangan soal bagaimana cara menjalani hidup bahagia tanpa merasakan tekanan apapun.
Lalu, sebenarnya orang-orang pada punya masalah apa sih Piders, sampai susah banget menikmati hidupnya? Saat mengisi acara di TED Talks, Alain membicarakan 3 masalah utama yang sering dihadapi oleh masyarakat saat ini.
- Lingkungan yang Kurang Mengapresiasi
Saat ini, banyak orang yang kesusahan dalam hidupnya karena krisis dalam berkarir. Padahal menurut Alain, mencari pekerjaan di zaman sekarang sebenarnya tidak sesulit dulu. Banyak dari kita, terlalu memikirkan model karir yang sempurna di mata orang, agar mendapatkan pengakuan yang baik pula dari mereka. Alhasil, kita menjadi tidak begitu menikmati karir yang sedang kita jalani, pikiran kita disibukkan untuk memenuhi ekspektasi orang lain. Alain menjelaskan, banyak orang di sekitar kita yang terlalu cepat mengambil kesimpulan tentang diri sendiri tanpa tahu sepenuhnya.
- Kurang Kasih Sayang
Menurut Alain, salah satu penyebab orang mengalami mengalami krisis dalam hidup adalah kurangnya kasih sayang dari orang terdekat. Alain mencontohkan ibu sebagai orang terdekat yang seharusnya menjadi support system bagi anaknya, bukan sebaliknya. Dewasa ini, banyak sekali tuntutan yang diberikan oleh seorang ibu kepada anaknya. Keluarga yang seharusnya menjadi rumah, terkadang malah menjadi tempat yang paling tidak ramah.
Tuntutan hidup juga erat kaitannya dengan kita yang tengah hidup di era materialistis, keberhasilan dan kebahagiaan senantiasa dikaitkan dengan urusan materi. Ibaratnya, kalau kita mau mendapatkan pengakuan seseorang, kita harus punya banyak uang. Jadi, bisa saja orang yang punya rumah mewah, mobil mahal, dan harta berlimpah di luar sana adalah orang yang haus akan kasih sayang loh, Piders!
- Standar Sukses dan Gagal yang Tidak Realistis
Hidup di zaman serbacepat ini tidak terlepas dari sistem meritrokasi. Meritokrasi merupakan sebuah teori yang didasarkan pada sebuah ideologi politik, ideologi ini memberikan kekuasaan sesuai kemampuan, talenta, dan prestasi seseorang. Singkatnya, semua orang akan sukses kalau memiliki energi, talenta, dan usaha yang baik untuk mencapainya.
Alain sendiri mengungkap sistem meritrokasi ini justru menjadi penyebab seseorang terobsesi dengan pencapaian karir lantaran banyaknya kemunculan terkait kepercayaan bahwa orang yang berhasil itu merupakan hasil usaha keras, sementara orang gagal itu akibat kurang berusaha untuk mencapainya. Hal ini membuat keberhasilan akan menjadi hal yang menyenangkan, sedangkan kegagalan adalah suatu hal yang menyakitkan.
Tiga masalah utama yang telah diungkap Alain de Botton tadi dibarengi juga dengan tips hidup biasa aja ala Alain. Piders cuma butuh tiga hal ini untuk mencapainya.
- Selalu bersyukur dan merasa cukup dengan apa yang Piders capai.
- Lakukan sesuatu atas keinginan diri sendiri, bukan orang lain.
- Nikmati hidup sesuai keyakinan yang Piders punya.
Untuk menikmati hidup dengan lebih baik, nggak ada salahnya juga untuk mencoba live our life dengan filosofi hidup biasa aja ala Alain de Botton ya, Piders! Toh, hidup biasa aja itu sebenarnya luar biasa, kadang kitanya saja yang nggak nyadar.
