Enam hari pelaksanaan haji yang diikuti perayaan hari Iduladha berlangsung khusyuk dan berkesan mendalam bagi para jemaah di tanah suci Mekkah. Berbondong-bondong manusia datang dari berbagai negara di seluruh dunia demi menunaikan ibadah yang bertujuan menyucikan diri serta mematuhi perintah Allah SWT.
Tentunya, momen ini tidak absen dari berbagai kisah yang berduyun-duyun terjadi dan dialami oleh para jemaah di sana. Dihormati sebagai kota tempat terletaknya Kakbah dan Masjidil Haram, serta riwayat sejarah Islam nan agung yang terukir dalam naungannya, Mekkah menghadirkan kesan sejuta makna bagi masing-masing pengunjungnya terutama pada hari-hari yang diutamakan dalam Islam. Dalam hal ini; tentang betapa orang-orang berlomba memberikan shadaqah terbaik untuk para tamu Allah dari mancanegara.
Melansir dari CNN Indonesia, berdasarkan pantauan salah satu jemaah haji asal Indonesia, Sri Indah, banyak sekali relawan warga Saudi yang berbaik hati memberikan sedekah berupa makanan, minuman, dan bantuan lainnya kepada para jemaah.
Sri bercerita jemaah haji tidak akan merasa kelaparan lantaran para pemberi sedekah banyak dijumpai di jalur jalan dari penginapan jemaah menuju Masjidil Haram. Menurutnya, sedekah makanan dan minuman ini juga cukup membantu para jemaah haji Indonesia yang sempat tak menerima cukup jatah makanan saat berada di Mina.
Ratusan orang berpakaian putih-putih antre mengular demi mendapatkan jatah sedekah es krim. Tiap orang mendapat jatah 2 batang es krim berbentuk contong (cone). Begitu banyak pengantri hingga kemudian nampak petugas turut mengatur jalur antrian agar tertib dan tidak terjadi desak-desakan berebut antrian.
Sri juga sempat mengatakan ada sebuah video viral yang beredar di media sosial menunjukkan seorang laki-laki Arab berdiri di luar Masjidil Haram sambil membagikan puluhan air mineral yang dia bawa. Pria itu menawarkan air mineral kepada setiap orang yang hendak masuk atau keluar masjid. Saat ditanya mengapa dirinya rela bersedekah untuk jamaah haji, ia pun menangis.
“Saya hanya ingin membantu sesama muslim yang sedang menjadi tamu Allah. Semoga jadi ibadah di jalan Allah,” kata pria itu.
Bersedekah selama musim haji dikabarkan sudah menjadi tradisi bagi warga Saudi, terutama Mekkah. Melansir dari website Kemenag, Direktur Pembinaan Haji Departemen Agama RI, Drs. K.H. Muchtar Ilyas menjelaskan bahwa orang Arab Saudi itu memang suka bersedekah, terutama pada bulan Ramadan, Zulhijah, dan Muharam. “Jadi jangan heran jika banyak sabilillah pada bulan-bulan itu,” kata Muchtar dalam acara `Mari ke Tanah Suci` yang ditayangkan televisi Indosiar, Kamis, 18 Januari lalu. Dalam hal sabilillah itu, jelas Muchtar, tak perlu malu berebut. “Itu sudah tradisinya,” katanya. Dan bukan berarti yang dibagikan itu makanan buangan.
“Yang dibagikan itu adalah yang terbaik dari mereka,” katanya. Sebab, menurut pengalaman Muchtar, ia sempat menikmati nasi kebuli dengan seekor ayam yang enam orang jemaah tak mampu menghabiskannya. Restoran besar Arab, seperti Al-Bayk, Al-Bayader, dan lainnya, juga aktif membagikan makanan yang dijualnya. Sabilillah yang bermakna jalan Allah itu adalah salah satu bentuk sedekah yang dilakukan warga Arab Saudi kepada jemaah haji atau umrah. “Kalau bulan Ramadan, saya yang mau masuk masjid akan jadi rebutan orang untuk menerima sedekah makanan mereka,” kata Muhtar, mengenang.
Sumber:
- Cerita Truk Es Krim Istimewa Sambut Tamu-tamu Allah di Mekkah. (2023). Diakses pada 05 Juli 2023 dari https://www.cnnindonesia.com/internasional/20230704184817-120-969481/cerita-truk-es-krim-istimewa-sambut-tamu-tamu-allah-di-mekkah/2
- Arab Makmur Karena Warganya Suka Bersedekah. (2007). Diakses pada 05 Juli 2023 dari https://kemenag.go.id/nasional/arab-makmur-karena-warganya-suka-bersedekah-1wgira
Penulis: Chavia Dewi
