Selagi Januari belum berakhir, masih ada waktu untuk menyusun resolusi atau target-target yang ingin dicapai selama setahun ke depan atau bahkan beberapa tahun ke depan. Berbicara resolusi, seberapa penting sih target alias rencana hidup itu menurut Piders? Apakah memang hidup harus direncanakan?
Ibaratnya begini deh, kalau Piders ingin liburan ke Yogyakarta, pasti punya ‘kan list rencana wasting time selama di Yogyakarta. Tempat-tempat apa yang harus dikunjungi, kuliner apa yang mau dicicipin, sekaligus oleh-oleh apa yang mau dibeli. Kalau nggak direncanakan, bak kosong hari-hari karena ‘bingung mau ngapain aja’. Iya nggak?
Nah, sama seperti hidup. Kalau tidak merencanakan masa depan, kita akan bingung karena nggak tahu harus melakukan apa. Oleh karena itu, life plan merupakan suatu hal penting yang perlu kita susun karena akan sangat membantu kita dalam merencanakan masa depan dan kehidupan.
Piders dapat menyusun rencana hidup di sebuah buku khusus yang diperuntukkan untuk menulis life plan. Bisa juga membuatnya di sebuah kertas besar dan kemudian ditempel di dinding. Lalu, bagaimana cara menyusun peta hidup itu?
Buatlah target dengan membaginya menjadi 3 bagian; target jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. Target jangka panjang ialah rencana yang dibuat untuk sekitar 10-20 tahun ke depan, target menengah merupakan rencana untuk sekitar 3-10 tahun ke depan, sementara target jangka pendek meliputi rencana 1-2 tahun ke depan. Kemudian, dari target-target tersebut, diturunkan lagi menjadi target dalam periode 1-2 bulan, lalu diturunkan lagi menjadi agenda harian.
Misalnya, Piders memasang target “Tahun depan nilai IELTS 8.0”, maka dari target tersebut, susunlah rencana seperti ini; “Bulan Mei ambil trial test”; “Selama satu bulan, masing-masing pekan praktikkan reading, speaking, listening, writing”; dan kemudian membuat jadwal khusus untuk belajar IELTS setiap harinya.
Nah, untuk membuat life plan yang lebih terukur, ada tips nih untuk menyusunnya supaya lebih mudah di-monitoring. Gunakan rumus SMART untuk membuat rencana hidup.
Apa itu SMART?
- Spesific
Specific berarti target harus rinci dan spesifik. Bukan bersifat umum seperti, “Aku ingin menjadi orang sukses di tahun 2023”. Target harus dibuat rinci, maksudnya sukses yang bagaimana? Target spesifik misalnya adalah, “Lulus kuliah di tahun 2025”.
- Measurable
Measurable bermaknakan target yang bisa diukur dan memiliki ukuran tertentu. Misalnya, “Tahun 2023 punya tabungan sebesar 20 juta rupiah”.
- Achievable
Achievable ialah target yang realistis dan merupakan sesuatu yang masih mampu untuk dicapai. Terkadang, idealisme perlu diseimbangkan dengan realitas. Namun, jangan lantas memberi batasan pada dirimu sendiri, ya!
- Relevant
Relevant terdiri atas target yang sesuai dengan tujuan hidup. Kalau kamu bermimpi ingin menjadi pilot, maka tidak perlu menyusun rencana berkaitan dengan hal-hal yang tidak mendukung tujuanmu tersebut.
- Timely
Timely yaitu target memiliki batas waktu tertentu sehingga tidak akan membuang-buang waktu dan Piders bisa menggunakan waktu yang ada semaksimal mungkin. Misalnya, Piders punya rencana untuk bisa memperoleh nilai TOEFL 600 di bulan Juni. Target ini adalah contoh target yang timely.
Nah, bagaimana nih, apakah masih bingung dengan cara menyusun life plan? Yuk selagi 2022 baru berjalan hampir satu bulan, belum terlambat untuk menyusun resolusi dan tujuan! Semoga bermanfaat~~
Penulis : Hafizh Nurul Faizah
Editor : Adi Suwarno
