1 0
Read Time:2 Minute, 31 Second

 

Berambisi Tanpa Terobsesi

Oleh: Sagita Nur Bachri

 

Tanpa sadar kita sebagai manusia telah menjalankan hidup ini sebagai ajang kompetisi di berbagai macam hal yang kian lama sudah tertanam sejak dini, kemudian dari sinilah sebagian orang menganggap bahwa hidup di dunia ini sebagai arena kompetisi yang kemudian membentuk paradigma kita menuju ke arah yang negatif.

 

Namun sebagian orang ada juga yang memaknai hidup bukan hanya tentang persaingan, melainkan tentang bagaimana kita berproses dalam suatu perjalanan panjang untuk menemukan versi terbaik dalam diri kita, dan hidup juga bukan soal tentang siapa yang akan sampai ke tujuan lebih awal, namun tentang bagaimana kita belajar untuk menghargai dalam segala proses yang dijalankan.

 

Dalam hidup tidak pernah salah jikalau kita sedikit memiliki ambisi untuk mencapai sesuatu agar sampai pada yang dituju, karena dengan ambisilah yang kemudian akan menjadi motivasi kita agar konsisten dalam melakukan sesuatu dari apa yang akan menjadi target dalam menjalani kehidupan ini. Namun kini kerap banyak sekali manusia berambisi yang diringi dengan sifat obsesif yang sangat kuat. Padahal hakikatnya ambisi dan obsesi merupakan dua hal yang memiliki tujuan yang sama namun dengan cara yang berbeda.

 

Ambisi sendiri bisa diartikan dengan keinginan yang kuat untuk mencapai kesuksesan dalam hidup ataupun melakukan segala hal baik, jika itu baik maka akan mendorong manusia ke arah yang positif, terencana juga terarah. Adapun Obsesi merupakan ide, pikiran, bayangan atau emosi yang tidak terkendali, yang sering datang tanpa dikehendaki atau mendesak masuk dalam pikiran seseorang yang mengakibatkan rasa tertekan dan cemas. Maka dari itu adakala baiknya kita sebagai kaum muda, agar bisa mengendalikan langkah terbaik yang akan kita ambil untuk mencapai sesuatu tanpa harus membebankan diri sendiri karena adanya tekanan yang menimbulkan emosi. 

 

Dalam Islam, kita harus memperhatikan bagaimana ambisi hadir dalam kehidupan kita, untuk mencapai sesuatu yang kita dambakan atau impikan mustahil sekali jika datang dengan cuma-cuma, maka dari itu diperlukan kerja keras juga niat yang kuat untuk mencapai tujuan yang baik tersebut. 

 

Rasulullah SAW. bersabda dalam sebuah hadis: 

 

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya.” (HR Bukhari dan Muslim). 

Hadis di atas menunjukkan bahwa segala sesuatu yang bernilai baik itu kembali kepada  niat setiap insan ketika akan melakukan segala pekerjaan. Bahkan Rasulullah SAW. mengajarkan kita dalam mengejar ambisi sesuai syariat diantaranya adalah bersergera melakukannya, berserah diri kepada Allah SWT. dan pantang menyerah serta tidak lemah dalam mengerjakannya.

Lalu bagaimana agar ambisi tidak berubah menjadi obsesi? Dengan memulai untuk selalu introspeksi juga mengkritik diri sendiri agar bisa terus mengontrol dan menahan segala pikiran negatif yang akan muncul, tidak terlalu keras terhadap diri sendiri, dan belajar untuk tetap mengapresiasi segala pencapaian sesuai dengan batas kemampuan karena setiap manusia diberi kelebihan juga kekurangannya masing-masing. Percayalah segala proses yang berjalan karena kegagalan merupakan bagian terpenting dalam mencapai tujuan, berpikir panjang, dan matang sebelum mengambil tindakan.

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By PPI TV

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *