Read Time:3 Minute, 0 Second

Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Munich, Jerman (Ketua PPI Munich) periode 2018-2019, Evan Yonathan yang saat ini masih menyelesaikan studinya di Hochschule München, Jerman. Di sela perkuliahannya, Evan sejak tahun 2017 aktif di PPI Munich dan menjadi ketua pada tahun 2018. Sejak enam bulan terakhir itulah, ia menyebarkan pesan dan pengetahuan melalui Podcast Progresif. Nah, kali ini Kak Evan berbagi tips kepada seluruh anak Indonesia mengenai beberapa cara beradaptasi dengan mahasiswa Jerman. Penasaran kan apa saja?
Yuk, langsung simak hasil interview Kak Iffah Zehra (Desainer, Kepala Redaksi PPI TV & Chief Web Officer PPI TV periode 2019-2020) dengan Kak Evan!
Pertama: Gak perlu minder karena kalian itu keren!

Setiap kali Evan ngobrol dengan teman mahasiswa dari Jerman asli, kalau ia di umur belasan sudah merantau jauh dari rumah, dengan kultur, bahasa dan situasi yang jauh berbeda dengan di rumah, mereka salut! Karena tidak semua orang punya keberanian untuk ambil langkah itu, termasuk juga orang Jerman. Be Proud! You have done a giant leap out of your comfort zone, guys!
Kedua: Aktif bertanya

Malu bertanya sesat di jalan, peribahasa Indonesia yang sangat relevan dengan situasi sosial di Jerman. Iya, orang Jerman pada umumnya akan sangat terbuka kalau kita yang juga aktif bertanya, mereka memang tidak akan terlalu sering mengajak seperti di Indonesia. Contohnya, kalau kamu dengar mereka akan pergi makan siang, tanya saja apakah kamu bisa ikut mereka. Responnya hampir selalu positif, kalau pun tidak ya jangan baper, coba lagi lain waktu.
Ketiga: Ceritakan pengalaman-pengalamanmu yang menarik

Orang Jerman senang bercerita mengenai apa yang mereka lakukan di saat senggang, atau ke mana mereka pergi selama akhir pekan. Ceritakan juga pengalaman menarik kamu mulai dari tempat makan yang enak, apa hobi kamu, dan juga pengalaman lucu yang kalian alami. Mulai dari hal kecil, supaya kamu terbiasa untuk bercerita dan ikut serta dalam pembicaraan.
Keempat: Berani berkata “TIDAK”

Mungkin ada saatnya kamu tidak bisa ikut pergi, misalnya ketika ingin pergi minum bir dan lain sebagainya. Beranilah berkata “TIDAK” karena mereka sangat menghargai prinsip-prinsip kamu. Misalnya, dengan orang yang menjadi vegetarian atau vegan. Jangan menjadi minder bila kamu tidak bisa seratus persen sama dengan mahasiswa Jerman. Mengapa? Karena itulah yang justru membuat kamu unik.
Terakhir: Tunjukkan bakatmu!

Kita semua punya kelebihan yang berbeda-beda, termasuk kita sebagai mahasiswa asing di Jerman. Ada saatnya bahwa bakatmu bisa membantu teman-temanmu dan jangan ragu untuk menunjukan itu! Dengan begitu teman-temanmu bisa melihat kelebihanmu dan menghagai kamu. Contohnya, membantu dalam matematika, mengatur sesuatu, bahasa asing, dan lain sebagainya.
Jadi, itulah beberapa cara beradaptasi dengan mahasiswa di Jerman. Nah, bagi kalian semua yang mau berbagi tentang apa pun yang sedang kalian lakukan ataupun yang menjadi penggerak kalian tiap harinya. Kalian juga bisa kok berbagi teman dan topik menarik yang ingin kalian dengar langsung dari orang-orang yang sudah mulai berbuat. Yuk, kalau kamu punya teman atau kenalan yang semangatnya perlu dibagikan ke banyak orang, bisa DM instagram Kak Evan untuk nantinya jadi narasumber di Podcast Progresif, ya!
Kalian semua sudah diberikan bakat, latar belakang keluarga dan pengalaman yang berbeda-beda. Cara mengelola dan menggunakannya untuk kebaikan pun merupakan tanggung jawab kamu sendiri bukan orang lain, bahkan Presiden sekalipun. Indonesia akan lebih baik, bila kamu semua mengambil bagian untuk mengusahakan apa yang sudah Tuhan berikan. -Evan Yonathan, Ketua PPI Munich 2018-2019 & Pendiri Podcast Progresif
___
Narasumber: Evan Yonathan, Ketua PPI Munich 2018-2019 & Pendiri Podcast Progresif
*Tulisan yang disampaikan adalah hak cipta PPI Jerman & Redaksi PPI TV. Anda dilarang copy/paste tulisan yang ada di situs resmi PPI TV tanpa adanya izin.
