0 0
Read Time:1 Minute, 59 Second

 

Pada 28 Februari mendatang, umat Islam akan memperingati Isra Mikraj. Isra Mikraj diperingati setiap 27 Rajab. Peristiwa Isra Mikraj merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam dari Masjidil Haram, Makkah menuju Masjidil Aksa, Yerusalem dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha. Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam dalam peristiwa ini menerima perintah untuk melaksanakan salat lima waktu.

Di Indonesia, peristiwa Isra Mikraj diperingati dengan tradisi yang berbeda-beda di berbagai daerah. Di antaranya Hajad Dalem Yasa Peksi Burak di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hajad Dalem Yasa Peksi Burak merupakan kegiatan Keraton Yogyakarta. Penamaan Yasa Peksi Burak diambil dari kata “Yasa” yang berarti membuat atau mengadakan; “Peksi”, burung; dan “Burak” atau “Buraq”, makhluk yang diyakini Nabi Muhammad tunggangi saat Isra Mikraj.

Hajad Dalem Yasa Peksi Burak diawali dengan membuat Peksi Burak, yaitu pohon buah dan empat pohon bunga. Peksi Burak dibuat dari buah dan kulit jeruk bali. Kulit jeruk bali dibentuk dan diukir menyerupai badan, leher, kepala, dan sayap. Peksi Burak diletakkan di atas sebuah susuh atau sarang yang terbuat dari daun kemuning.

Pohon buah dibuat dari tujuh macam buah lokal yang dirangkai pada sebuah anyaman bambu, sehingga menyerupai bentuk sebuah pohon. Bilangan tujuh dalam bahasa Jawa disebut pitu. Pitu di sini dimaksudkan agar memperoleh pitulungan atau pertolongan, keselamatan, dan kesejahteraan. Buah-buahan tersebut terdiri dari salak, sawo, apel malang, jeruk bali, rambutan, manggis, dan pisang raja. Rangkaian buah-buahan dililit dengan untaian bunga melati yang melambangkan kesucian. Sedangkan empat pohon bunga dibuat dari rangkaian dedaunan dan berbagai macam bunga yang dirangkai pada kerangka bambu. Pohon bunga ini menggambarkan taman surga.

Yasa Peksi Burak dilaksanakan sejak pagi hari. Permaisuri atau putri sulung sultan akan memimpin jalannya Yasa Peksi Burak. Pekerjaan membuat Peksi Burak, miniatur pohon buah-buahan, merangkai bunga melati, dan kantil dilakukan oleh para kerabat dekat sultan seperti istri pangeran, cucu sultan, dan Sentana Dalem atau kerabat.

Sedangkan pembuatan pohon bunga atau taman bunga dilakukan oleh para Abdi Dalem Keparak atau Abdi Dalem wanita. Proses ini diselenggarakan hingga menjelang waktu salat Zuhur di Bangsal Sekar Kedhaton, yang berada di wilayah keputren.

Yasa Peksi Burak menjadi cara mendakwahkan agama Islam kepada masyarakat. Sebab dalam rangkaian Hajad Dalem Yasa Peksi Burak, keraton melakukan pembacaan kisah Isra Mikraj yang dibacakan oleh Kiai Penghulu di Masjid Gede Keraton Yogyakarta. Setelah pembacaan, Abdi Dalem Pengulan akan membagikan buah-buahan di rangkaian Peksi Burak kepada masyarakat.

 

Penulis : Muhammad Irfan Habibi

Editor : Fathimah Azzahra

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By PPI TV

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *