Saat ini, mungkin banyak dari kita tidak menyadari bahwa kemudahan yang saat ini kita dapatkan merupakan salah satu dampak dari hasil perjuangan para pahlawan terhadap penyuaraan hak-hak yang seharusnya didapatkan.
Terutama pada perempuan yang pada zaman penjajahan Belanda, mereka tidak memiliki kesempatan untuk menduduki bangku pendidikan kecuali keturunan bangsawan.

Para perempuan di zaman itu juga memiliki keterbatasan untuk bercita-cita, bertindak, dan untuk menentukan pilihan hidupnya. Mereka dianggap hanya memiliki kewajiban untuk melayani dan tidak memiliki hak untuk lebih maju. Mereka diharuskan untuk berdiam diri di rumah saja atau disebut dengan dipingit.
Di era yang modern ini, tentu kita dapat melihat bahwa keterbatasan tersebut tidak lagi menjadi kendala bagi wanita Indonesia. Mereka bebas melanjutkan sekolah setinggi mungkin, bebas untuk melakukan kegiatan dan bertindak, bahkan banyak juga dari mereka yang bahkan menduduki posisi sebagai pemimpin. Bayangkan, mungkin hal ini tidak akan terjadi apabila saat itu pahlawan kita tidak menyuarakan hak ini dengan lantang.

Sebelumnya, apa sih Emansipasi?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, emansipasi adalah pembebasan dari perbudakan atau persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat, seperti kesetaraan pria dan wanita.
Sebagai manusia, tentu seharusnya wanita dan pria memiliki hak yang sama tanpa menghilangkan kewajiban masing-masing mereka.
Pendidikan merupakan hal wajib yang seharusnya dapat dienyam semua orang tanpa didasarkan dengan perbedaan gender. Karena kemajuan bangsa didasarkan pada kecerdasan masyarakat (laki-laki dan perempuan) dan pendidikan anak yang menjadi generasi pembangun masa depan Indonesia.

R.A Kartini, Rahmah El-Yunussiyyah, Raden Dewi Sartika, Cut Nyak Dien, Maria Walanda Maramis dan Nyai Siti Walidah Ahmad Dahlan merupakan wanita-wanita yang menyuarakan adanya emansipasi wanita ini.
Namun, bagaimana memaknai emansipasi wanita di zaman ini?
Sebenarnya, istilah emansipasi telah mengalami pergeseran makna, jika dulu pahlawan kita berjuang untuk dapat memiliki hak yang sama, kini emansipasi wanita tidak semata-mata berfokus pada kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam berbagai bidang.

Makna sebenarnya dari emansipasi wanita yaitu tentang bagaimana wanita dapat berkembang dan maju dari waktu ke waktu tanpa menghilangkan jati dirinya, wanita turut serta memberi emansipasi bagi masyarakat dan negara.
Salah satu contohnya yaitu dengan berbuat baik dan menjadi teladan di lingkunganya.
Penulis: Puti Rinai Bening Sameto
