Image by wirestock on Freepik
0 0
Read Time:2 Minute, 53 Second

Jika mendengar nama Argentina, maka kita akan langsung terbayang dengan kaos biru muda putih dan sosok Lionel Messi. Bagaimana tidak, negara ini berturut-turut memenangkan Piala Dunia FIFA sebanyak tiga kali! 

 

Selain itu, Argentina juga dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk Islam yang cukup banyak serta memiliki Masjid terbesar se-Amerika Latin, lho! Lalu bagaimana, sih, Islam bisa sampai masuk ke negara ini? Yuk, baca hingga akhir, ya, Piders!

 

Sejarah Muslim di Argentina dimulai lebih dari satu abad yang lalu hingga tahun 1850. Islam masuk melalui imigran yang sebagian besar berasal dari Suriah/Lebanon yang berusaha melarikan diri dari kekuasaan Ottoman. Pada pertengahan abad ke-20, diperkirakan terdapat lebih dari 100.000 etnis Arab tinggal di Argentina. 

 

Sayangnya, angka ini menurun drastis ketika masyarakat muslim mulai melakukan perkawinan beda agama. Sebagian besar berpindah agama menjadi Katolik. Hal ini mengakibatkan berkurangnya 60% populasi muslim di Argentina. Bahkan, bahasa Arab menghilang dari rumah tangga Argentina-Arab pada saat generasi ketiga lahir. Seiring berjalannya waktu, sebagian besar anak-anak imigran Suriah-Lebanon tidak lagi berbicara bahasa Arab di rumah dan tidak tertarik untuk mempelajarinya. Mereka dengan jelas menunjukkan kecenderungannya untuk mengadopsi budaya dan kebiasaan negara tuan rumah mereka. Bahkan pada tahun 1940-an disebutkan bahwa sedikit sekali seorang muslim Arab yang tidak minum anggur.

 

Pemerintah Carlos Saul Menem

 

Penyebaran Islam sebagai agama baru dimulai pada tahun 1973, dengan didirikannya Centro de Estudios Islámicos (Pusat Studi Islam) yang dipimpin oleh Imam Mahmud Hussain agar menarik masyarakat yang bukan beragama Islam untuk memeluk Islam. Namun, hingga pemilu tahun 1989, umat muslim di Argentina nyaris tidak terlihat. Lembaga-lembaga keislaman pun hanya dikenal di lingkungan tempat mereka beroperasi, atau oleh anggota komunitas itu saja.

 

Namun, hal ini berubah ketika Carlos Saul Menem menjadi Presiden Argentina. Ia seorang keturunan muslim Suriah dan sempat memeluk Islam pada awalnya. Meskipun kemudian Menem memeluk Katolik karena persyaratan menjadi presiden, bagi banyak orang, dia tetap seorang muslim. Istrinya, yang tidak pernah meninggalkan Islam, dengan terbuka menyatakan agamanya, dan putranya, yang meninggal pada tahun 1995, dimakamkan di pemakaman Islam.

 

Aspek ‘Arab-Muslim’ dari asal-usul presiden dan lingkungan dekatnya juga mulai mendapatkan perhatian publik. Menem berjanji untuk mengunjungi Suriah setelah menjadi presiden, dan salah satu asistennya mengakui bahwa Kolonel Muammar Khadafi menyumbangkan 4 juta dolar untuk kampanye pemilihan. Dia bahkan mengatakan bahwa dia adalah keturunan Nabi Muhammad.

 

Islam Saat Ini

Hingga saat ini, Argentina dilaporkan memiliki penduduk muslim dengan jumlah 800 ribu hingga 1 juta jiwa atau sekitar 1,8% dari seluruh penduduknya dan menjadi negara Amerika Latin dengan jumlah muslim terbanyak.

 

Meskipun komunitas muslim di Argentina telah tumbuh dan berkembang selama bertahun-tahun, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh muslim di Argentina. Salah satu tantangan terbesarnya adalah diskriminasi dan stigmatisasi yang sering dihadapi oleh muslim di Argentina, terutama setelah terjadinya beberapa kejadian terorisme yang menyeret nama Islam. Hal ini dapat membuat muslim di Argentina merasa tidak nyaman dan tidak aman di negara mereka sendiri.

 

Dikutip dari Sindonews.com Kebiasaan dan juga praktik tradisi keislaman saat ini sudah mulai hilang. Hal tersebut dikarenakan generasi pendahulunya sudah meninggal dan tidak menularkan pengetahuan keislaman kepada generasi selanjutnya.

 

Selain itu, banyak keturunan muslim yang hanya dapat berbahasa Spanyol, sehingga mengarah kepada permasalahan yang kedua, yakni tidak cukupnya para ahli atau ulama muslim yang mahir berbahasa Spanyol. 

 

Dengan adanya hal tersebut maka banyak dari generasi muda tidak mengetahui bahasa Arab, sehingga wawasan generasi muda muslim di Argentina lambat laun mulai memudar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By PPI TV

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *